Refleksi: Indah Pada Waktunya

0
3557

Dalam hidup ini, tidak semua yang kita ingini itu dapat terwujud karena rencana kita terkadang bukanlah rencana Tuhan, tapi yang aku yakini bahwa segala sesuatu akan indah pada waktunya. Hal mana rencana yang gagal dalam hidup tak jarang membuat kita menyerah dan bersikap pasrah dengan keadaan yang terjadi, namun kita lupa bahwa Tuhan terkadang sedang menguji iman. Rencana yang gagal bukan berarti tidak dikehendaki Tuhan, tetapi Tuhan meminta kita untuk meminta terus-menerus meminta seperti halnya sang janda yang meminta kepada hakim, tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepadanya (Mat. 18: 1-8). Kisah ini mau menggambarkan bahwa Tuhan akan mengabulkan setiap permohonan orang-orang yang tak jemu-jemu meminta kepadanya. Permohonan yang akan dikabulkan ialah permohonan-permohonan yang berdaya guna bagi diri kita agar semakin dekat dan mencintai Tuhan dan sesama, agar terwujudlah kasih di tengah dunia. Oleh karena itu jika ada permohonan yang tidak dikabulkan, mungkin permohonan kita belum saatnya untuk diterimanya sebab Tuhan memberikan segala hal dalam hidup ini tidak terlalu cepat supaya kita tidak serakah, tetapi tidak terlambat supaya kita tidak binasa, melainkan indah pada waktunya.

Pengalamanku, harus masuk-keluar seminari Kelas Persiapan Atas (KPA) hingga tiga kali yang membawaku pada keyakinan bahwa apa yang kita anggap baik dalam jalan panggilan hidup ini namun belum terwujud bukan karena tidak direstui Tuhan, melainkan Tuhan menunggu waktu yang tepat, hingga ahkirnya Ia mengijinkan aku untuk melanjutkan pembinaan di Seminari Tahun Orientasi Tateli dan saat ini di Seminari Tinggi Hati Kudus Pineleng. Perjuangan tiga kali masuk seminari di tempat yang sama bukanlah hal mudah, tetapi aku sadar bahwa demi menebus dosa Yesus harus tiga kali jatuh namun ia tetap berdiri untuk menyelesaikan jalan salibnya. Kesadaran itu semakin menyakinkanku dalam segala keterbatasanku, bahwa Tuhan mengharapkan anak-Nya untuk tidak mudah menyerah terhadap apa yang ia impikan sebab hidup ini keras dan butuh perjuangan. Langkah masih jauh, tetapi aku percaya bahwa Tuhan akan mengingat hamba-Nya yang selalu berharap kepada-Nya, dengan bekerja keras dan penuh ketekunan Tuhan akan membuat kita berbahagia, sebab waktu yang terindah dalam hidup ini sesungguhnya ketika kita dapat berjumpa dengan sang pencipta memandang Dia dari muka ke muka, karena itu selama berada di dunia ini, kita harus selalu bersyukur karena Ia telah mengijinkan kita untuk berziarah di dunia ini dan menikmati keindahannya, karena itu berdoalah dan bersyukur. Lamanya sebuah garis waktu dan keberhasilan hanya sebatas kesabaran dan doa setiap orang yang datang kepada-Nya dengan keinginan yang baik bagi sesamanya.

Fr. Gregorius Anselmus Legi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini