“Inspirasi Anak Kecil” : Renungan, Senin 30 September 2019

0
4048

Pw. S. Hieronimus, ImPujG (P)

Za. 8:1-8; Mzm. 102:16-18,19-21,29,22-23; Luk. 9:46-50.

Banyak orang mau menjadi yang terdepan, terbesar, dan terdahulu dari orang-orang di sekitarnya. Seseorang sering cemburu dan iri hari ketika melihat orang lain yang melebihi dirinya. Inilah yang dimaksud dengan ambisi pribadi.

Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus mau memperlihatkan kerendahan hati dari seorang anak kecil. Tindakan ini dilakukan supaya para murid-Nya bisa menjadi pemimpin yang sejati. Yesus berkata: “Barangsiapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku; dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia,  yang mengutus Aku. Karena yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar” (ay 48). Murid-murid Yesus bertengkar, berebutan menjadi orang yang terbesar. Mereka tidak mau disaingi. Mereka juga mencegah orang lain mengusir setan demi nama Yesus. Padahal, mereka sendiri gagal melakukannya. Situasi ini menunjukkan adanya kepentingan pribadi yang ambisius  untuk merebut kedudukan di hadapan Tuhan.

Kita diharapkan dapat menjadi seperti anak kecil yang polos atau apa adanya, percaya pada orangtuanya, dan senantiasa gembira saat bermain. Artinya, dalam tugas dan pelayanan, hendaknya kita bersikap polos apa adanya, tidak ada ambisi kepentingan pribadi dan tidak bertengkar melainkan tetap riang gembira.

St. Hieronimus yang kita peringati hari ini, pada masa mudanya terjebak dengan situasi dunia. Kendati diasuh dalam iman kristiani, beliau pernah terpuruk dan bahkan menjadi seorang kafir. Namun, sentuhan kasih Allah mengubahnya menjadi seorang yang sungguh-sungguh berjasa bagi perkembangan iman Kristiani sebagai penerjemah Kitab Suci dan menjadi seorang pujangga Gereja.

Janganlah pernah merasa minder, apalagi merasa tidak berharga hanya karena dunia menilai dirimu kecil, lemah, bodoh, dan jelek karena membandingkan dirimu dengan orang lain. Seperti anak kecil dalam Injil hari ini, Yesus mau menunjukkan betapa engkau berharga di mata Tuhan. Mari menjauhkan diri dari ambisi pribadi yang bermuara kepada suatu keinginan untuk bermegah diri di hadapan Allah. Jangan gengsi untuk belajar dari anak kecil!

(Fr. Stevanus Micky Kojongian)

Barangsiapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. (..) Karena yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar” (Luk 9:48).

Marilah Berdoa:

Tuhan Yesus, semoga aku berani menanggalkan keegoisan diri dan belajar dari anak kecil. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini