“PERSATUAN DENGAN YESUS”: Renungan, Kamis 16 Mei 2024

0
891

Hari Biasa Pekan Paskah VII (P)

Kis. 22:30;23:6-11; Mzm. 16:1-2a.5.7-8.9-10.11; Yoh. 17:20-26

Persatuan merupakan salah satu hal yang sangat diimpikan oleh umat manusia. Persatuan pun nampaknya tidak hanya diimpikan oleh manusia, tetapi juga diimpikan oleh Allah sendiri. Dengan adanya persatuan, terciptalah suasana yang aman, nyaman dan damai bagi setiap umat manusia. Persatuan itu tidak hanya terjadi antara sesama manusia saja, melainkan juga antara manusia dengan Allah sendiri.

Bacaan Injil yang dilukiskan pada hari ini, mengisahkan tentang doa Yesus kepada Allah Bapa di Surga. Yesus berdoa kepada Bapa di Surga bagi umatNya yang sangat Ia cintai. Pertanyaannya, apa yang menjadi isi doa dari Yesus kepada BapaNya? Isi dari doa Yesus ialah agar umatNya dapat bersatu denganNya sama seperti Yesus yang ada dalam Bapa dan Bapa di dalam Yesus. Yesus menghendaki agar seluruh umat manusia dapat mengalami persatuan secara menyeluruh. Dengan kehendak demikian, Ia selalu dan senantiasa berdoa bagi para pengikutNya.

Yesus sangat mengasihi umatNya. Hal itu sangat tampak dari doa Yesus sendiri kepada BapaNya di Surga. Yesus sangat menghendaki agar umatNya dapat mengalami persatuan dengan diriNya sendiri sama seperti Ia dengan BapaNya yang adalah satu. Namun, seringkali kita sebagai pengikutNya, melakukan kejahatan yang menjauhkan diri kita dari Yesus sendiri. Tak jarang penolakan ditunjukkan atas nama keegoisan pribadi dan sikap ketidakpedulian. Walaupun sikap dari umat manusia seperti demikian, namun Allah tetap mendoakan yang terbaik bagi manusia yakni persatuan antara sesama umat manusia dan terutama juga persatuan manusia dengan Yesus sendiri.

Kita semua dapat bersatu dengan Yesus, apabila kita selalu dan senantiasa menghadirkan dan menerima Yesus dalam kehidupan kita masing-masing. Cara yang sederhana agar kita dapat bersatu denganNya yakni dengan berdoa senantiasa agar Yesus tinggal dalam diri kita dan kita di dalam Yesus. Dengan berdoa, percakapan dengan Tuhan akan senantiasa berlangsung dan terpelihara. Setelah percakapan terbangun, komunikasi dengan Allah akan semakin dekat sehingga kita akan semakin menyatu dengan Kristus. Selain berdoa, kita juga perlu untuk percaya kepadaNya. Yesus berdoa bagi para pengikutNya, agar mereka semua dapat percaya kepada Yesus yang diutus oleh BapaNya ke tengah-tengah dunia untuk menyelamatkan seluruh umat manusia.

(Fr. Titus Paulus Maru)

“Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu” (Yoh. 17:22).

Marilah berdoa:

Ya Yesus, semoga kami tetap bersatu dengan Dikau dan Dikau tetap berada dalam diri kami. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini