Hari Biasa Pekan VII Paskah (P)
Kis 20:28-38; Mzm 68:29-30. 33-35a.35b-36c; Yoh 17:11b-19
Dalam perjalanan hidup di dunia, pasti kita pernah merasakan sebuah perpisahan. Entah berpisah karena orang yang kita cintai dipanggil oleh Tuhan, berpisah karena merantau untuk bekerja, pergi kuliah ke luar daerah, ataupun berpisah untuk tidak menjadi bagian dari sebuah keluarga. Peristiwa ini tentu menghantar kita pada rasa sedih dan kehilangan. Dalam perpisahan dengan orang yang dikenal, kita akan memberikan pesan ataupun wejangan. Misalnya agar tetap hidup rukun-damai, menjaga kesehatan, jangan berkelahi, sukses ke depan, meminta agar saling mendoakan, dan masih banyak lagi.
Bacaaan hari ini berbicara tentang perpisahan Paulus di Efesus. Dalam perpisahan itu, ia berpesan kepada para penatua jemaat, “Jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan”. Ia berpesan agar supaya mereka dapat menjaga diri untuk tetap setia kepada Kristus, dan menjaga umat Allah agar tidak tersesat. Hal ini ditegaskan Paulus karena ia melihat betapa kuatnya kuasa Iblis untuk memecah sebuah persekutuan kristiani. Paulus menekankan pula suatu urgensi bagi kita untuk bersatu dalam Kristus.
Dalam Injil, Yesus mendoakan dan menghendaki agar para pengikutnya dan termasuk kita semua tetap saling mengasihi satu sama lain. Walaupun kadang sebagai manusia kita merasa berat hati apalagi orang yang telah berbuat salah besar dalam hidup kita. Sebagai pengikut Yesus, kita dipanggil untuk mewujudkan Doa Yesus, yaitu untuk semakin hari semakin bersatu dengan Bapa. Niat yang kita hendak kerjakan dapat terpenuhi bukan hanya karena niat dan kekuatan kita, melainkan betapa penting mengundang Roh Kudus untuk menuntun dan menolong kita. Sembari demikian maka iman kita pun akan diteguhkan, pikiran kita dimurnikan untuk memilah ajaran baik dan jahat.
Sebagai orang kristiani, kita perlu mendoakan orang lain; keluarga, sahabat, dan siapa saja yang meminta doa kita. Bahkan amat penting ialah tetap setia dan saling mendoakan. Sebagaimana teladan Yesus sendiri yang diwujudkan dengan mendoakan kita kepada Bapa, kita pun dipanggil untuk mendoakan orang lain kepada Bapa supaya kita direngkuh dan dipelihara dalam kasih Kristus. Mendoakan sesama berarti mendoakan siapa saja yang pernah kita kenal, baik yang mendatangkan kebaikan ataupun mengutuk diri kita. Dengan memohonkan doa bagi semua orang, terutama bagi yang menyakiti perasaan kita, rahmat Allah akan terwujud dan kesatuan agar terpelihara di dalam Kristus.
(Redaksi)
“……tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat”
(Yoh. 17:15)
Marilah berdoa:
Ya Bapa, lindungilah kami dari pada yang jahat dan segala pencobaan yang dapat memisahkan kami dari kasih-Mu. Amin











