“Hidup Membutuhkan Kesadaran”: Renungan, Senin 11 Oktober 2021

0
1710

Hari Biasa (H)

Rm. 1:1-7; Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4; Luk. 11:29-32

Sebagai manusia yang sadar, kita membutuhkan tanda untuk mengerti sesuatu. Kita membutuhkan suatu hal sebagai penjamin akan apa yang kita percayai. Bagi manusia, tanda merupakan landasan kepercayaan yang paling masuk akal. Allah menghendaki kita agar memiliki kesadaran akan tanda-tanda Allah. Memahami tanda-tanda Allah berarti kita mengerti bahwa Allah menyapa kita secara langsung. Dengan tanda itu kita dapat berinteraksi dengan-Nya secara nyata.

Hal serupa sebenarnya diharapkan Yesus dari orang-orang yang hidup pada zaman-Nya. Yesus mengharapkan agar setiap orang dapat menggunakan kesadaran yang telah Allah berikan kepada mereka untuk menyadari keberadaan Yesus yang adalah Tuhan di tengah-tengah mereka. Namun kenyataan yang ada saat itu adalah sebaliknya. Ia menemukan orang-orang tidak menyadari bahwa apa yang mereka harapkan sejak lama (yakni tanda dari Allah) sebenarnya telah ada di tengah-tengah mereka. Ia mengecam orang yang masih terus meminta tanda, padahal tanda itu telah mereka lihat dan alami sendiri, namun tidak menyadarinya.

Injil hari ini memang terdengar sangat keras dan menakutkan. Namun jika direfleksikan, di balik kerasnya kalimat-kalimat yang dilontarkan Yesus, Ia hendak membuka kesadaran kita untuk sesegera mungkin menyadari keberadaanNya di dalam hidup kita. Yesus menuntut ketajaman hati kita untuk segera merasakan kehadiranNya. Ia ingin kita menggunakan pikiran dan hati kita untuk mengetahui bahwa sebenarnya Ia selalu menyapa kita setiap hari. Ia selalu hadir di dalam setiap usaha dan pekerjaan kita. Dia selalu hadir dalam kehidupan keluarga kita. Dalam segala pengalaman kita, sebenarnya Ia ada di sana.

Oleh karena itu, sebagai makhluk kesayangan Tuhan, mari kita terus mempertajam pikiran dan perasaan kita, agar dengan itu kita dapat melihat dan merasakan Tuhan dengan nyata dalam diri kita dan diri orang lain. Semoga kita semua mampu menyadari dan menghayati kehadiran Tuhan dalam kehidupan kita. Sehingga ketika kita sadar bahwa Tuhan hadir dalam hidup kita, kita akan melihat dan memahami bahwa Tuhan itu Mahabaik. Dan pada akhirnya, apapun yang ada dalam hidup kita, itu kita syukuri sebab kita tahu bahwa Tuhan yang hadir mendampingi kita akan memberikan yang terbaik bagi kita.

(Fr. Joseph Vadukyaman Lenunduan)

“…dan sesungguhnya yang ada di sini lebih besar dari pada Yunus” (Luk. 11:32).

Marilah berdoa:                                           

Ya Tuhan, kiranya karunia akal dan hati yang Engkau berikan kepada kami, dapat kami gunakan dengan bijaksana untuk menyadari kehadiran-Mu dalam hidup kami. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini