Adventus: Penantian/Persiapan

0
2218

Kata Adven biasanya kita mengerti sebagai penantian akan kedatangan Tuhan Yesus pada hari Raya Natal. Kata adven itu sendiri berasal dari Bahasa Latin yakni adventus, yang artinya kedatangan. Kedatangan yang dimaksudkan di sini ada dua jenis, pertama, mengenai kedatangan Yesus yang pertama kalinya, dan itu sudah terjadi kurang lebih 2000 tahun lalu; kedua, kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya, dan itu masih kita nantikan sampai saat ini.

Sehubungan dengan masa kedatangan Tuhan Yesus pada masa penantian/adventus ini, maka dalam permenungan ini saya mengajak kita semua untuk merenungkan dan merefleksikan dalam diri kita tentang artinya penantian akan datangnya hari Tuhan itu.

Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu mendapat kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.”(Luk.21:36) Teks Kitab Suci ini hendak mengatakan bahwa kita harus membenahi diri kita sebelum waktu kedatangan Tuhan itu datang. Kita harus berjaga-jaga, karena hari di mana Tuhan datang, tidak satu pun manusia yang mengetahuinya.

Berjaga-jaga yang dimaksudkan ialah pertama, kita harus meninggalkan hal-hal negatif, yaitu sikap dan perbuatan yang tidak berkenan di hadapan Tuhan. Jangan sampai hidup kita dipenuhi dengan pesta-pora, kemabukan dan kesibukan duniawi. Jangan sampai kita sibuk dengan diri sendiri, lalu lupa akan Tuhan dan sesama. Kedua, kita harus mampu membangun dan memperdalam hal-hal positif, yaitu sikap yang berkenan di hadapan Tuhan. Kita  harus hidup dalam keadaan berjaga-jaga sambil berdoa. Apabila kedua hal tersebut kita lakukan dengan sungguh-sungguh maka kedatangan Anak Manusia yang tiba-tiba itu tidak akan mengejutkan kita. Dan apabila saat Ia datang dalam Kemuliaan-Nya untuk meminta pertanggungjawaban, kita tidak akan takut, melainkan kita akan tahan berdiri di hadapanNya.

Ada banyak orang yang tidak menghiraukan kedatangan Tuhan. Sekalipun tidak diketahui waktunya kapan, namun bukan berarti tidak akan datang. Orang yang tidak berjaga-jaga adalah orang yang tidak percaya kedatangan Tuhan. Sedangkan orang yang senantiasa berjaga adalah orang yang percaya sepenuhnya bahwa Tuhan akan datang.

Karena itu teman-teman yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus, melalui refleksi ini saya mengajak kita semua untuk hidup dalam iman dan doa sambil menantikan kedatanganNya.

(Fr. Albertus Ranbasar)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini