“Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Maka sahutku: “Inilah aku, utuslah aku!” (Yes. 6:8).
Suatu hari ketika saya masih duduk di bangku sekolah menengah atas, saya bercita-cita untuk menjadi seorang perawat. Seiring berjalannya waktu, ketika saya lulus dari sekolah menengah atas, tanpa menunggu lama saya pun mendaftar di dua universitas.
Ketika mengikuti tes, saya pun diterima (lulus) di kedua universitas tersebut. Pada akhirnya hal tersebut membuat saya bingung, bahkan patah hati karena sangat sulit bagi saya untuk mengambil keputusan untuk memilih universitas mana yang harus saya ambil.
Pilihan pun bertambah ketika saya membawa ikan di pastoran. Saya mendapat informasi dari Pastor Paroki bahwa telah dibuka pendaftaran untuk masuk seminari. Tanpa menunggu lama saya pun langsung mendaftar dan mengikuti tes dan ternyata saya dinyatakan lulus. Di sini saya membuat keputusan bahwa saya akan masuk seminari.
Di balik pengalaman tersebut, saya berefleksi bahwa Tuhan telah merencanakan yang terbaik dalam kehidupan saya, melampaui apa yang telah saya rencanakan. Ternyata Tuhan telah merencanakan sesuatu yang baik dalam kehidupan ini. Dalam begitu banyak pilihan yang datang, Tuhan memberikan pilihan yang indah dalam kehidupan saya.
Panggilan dan jawaban bagaikan dua sisi mata uang. Sekeping mata uang bernilai karena ada dua sisi, yakni gambar dan angka. Demikian halnya dengan panggilan yang saya jalani saat ini. Panggilan bernilai jika ada yang memanggil dan ada yang menjawab. Saya yakin bahwa panggilan yang saya jalani saat ini merupakan tawaran dari Tuhan dan jawaban dari saya.
Aku percaya bahwa Tuhan penyelenggara kehidupan selalu akan menemani pilihan saya. Kepercayaan ini menjadi kekuatan dan semangat dalam menjalani segala proses yang saya alami. Selain itu, doa selalu menjadi sarana bagiku untuk menjaga keutuhan panggilan ini. Dalam doa saya menyampaikan keluh-kesah dan kegembiraan kepada Tuhan.
Di dalam menjalani panggilan Tuhan segala sesuatu tentunya tidak selalu berjalan dengan baik, sebab adakalanya kita menghadapi masalah dan tantangan. Di saat demikian, saya tidak pantang menyerah, namun harus tetap maju sambil tetap berfokus pada Tuhan. Saya percaya, Tuhan yang memberi panggilan ini tidak akan membiarkan anak-Nya melangkah sendirian dalam kerapuhannya. Ia akan selalu menemani, menjaga dan menuntun saya dalam perjalanan yang panjang ini. In Deo speravi non timebo (saya percaya kepada Tuhan, saya tidak akan takut).
(Fr. Dandi Papoto)











