“Keseimbangan Hidup”: Renungan, Senin 6 Mei 2019

0
8062

Hari Biasa Pekan III Paskah (P)

Kis. 6:8-15; Mzm. 119:23-24, 26-27,29-30; Yoh. 6:22-29

Dalam kehidupan, kita perlu menyeimbangkan antara kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani. Kita tidak bisa mementingkan atau memilih salah satunya saja. Apa jadinya hidup kita jika hanya mementingkan kebutuhan jasmani dan mengesampingkan kebutuhan rohani kita? Apa gunanya harta yang banyak jika amal kehidupan rohani untuk menjamin kita memperoleh kehidupan yang kekal sangat memprihatinkan?

Dalam bacaan Injil hari ini, Tuhan Yesus menegaskan kepada orang banyak yang mencari Dia, “Kamu mencari Aku bukan karena kamu melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang”. Penegasan Tuhan Yesus ini menjelaskan bahwa orang banyak yang mencari-Nya bukan dilatarbelakangi oleh iman akan Dia yang telah memberikan tanda-tanda dan mujizat, tetapi karena mereka telah makan apa yang diberikan oleh Yesus dan mereka kenyang.

Penegasan Yesus ini sebenarnya mau mengkritik mereka yang lebih memfokuskan diri pada kebahagiaan duniawi yang bersifat sementara saja. Atas dasar kebahagiaan sesaat tersebut, mata hati mereka tertutup dan hanya melihat apa yang dilakukan oleh Yesus, menguntungkan bagi kehidupan jasmani mereka atau tidak.

Dari sini jelas terlihat kehidupan mereka yang hanya mementingkan kebutuhan jasmani saja dan tidak menghiraukan kebutuhan rohani. Padahal dengan jelas Yesus mengatakan bahwa “Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal”.

Kata-kata Tuhan Yesus ini mengajarkan bahwa perlu adanya keseimbangan dalam kehidupan kita. Selain mencari nafkah untuk kehidupan jasmani, kita juga perlu mencari asupan gizi untuk kehidupan rohani kita.

Mencari asupan gizi untuk kehidupan rohani, kita tidak perlu pergi jauh-jauh. Cukup dengan iman yang kokoh, percaya kepada Dia dan mendekatkan diri dengan amal, doa, dan Ekaristi kudus. Sebab dengan melakukan ini semua, berarti kita bekerja menurut kehendak Allah sendiri.

(Fr. Wandilinus Gleko)

“Bekerjalah bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal” (Yoh. 6:27a)

Marilah berdoa:

Tuhan, bimbinglah akau agar selalu setia kepada-Mu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini