Refleksi: “Setia Dalam Perkara Kecil”

0
3315

Para pemimpin atau atasan yang sukses atau berhasil ialah mereka yang dapat menghayati tugas dan fungsi kepemimpinannya dengan baik. Mereka yang sungguh memperhatikan kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat/organisasi yang dipimpinnya. Pemimpin yang bersangkutan pada umumnya juga sederhana, entah dalam cara hidup, cara bicara maupun cara bertindak.
Dalam hidup ini, kita selalu dituntut untuk memiliki kemampuan mengasihi dan memperhatikan apa yang kecil dan sederhana, entah itu manusia, binatang, tanaman, maupun hal-hal kecil lainnya yang dekat dengan kehidupan. Kita juga belajar untuk tidak menyia-yiakan aneka ketrampilan dan kecakapan yang dianugerahkan oleh Tuhan kepada kita, sehingga kita juga semakin terampil dan cakap dalam cara hidup dan cara bertindak.
Dalam perjalanan penghayatan hidup, panggilan dan tugas pengutusan, kita menghadapi berbagai macam perkara, entah besar ataupun kecil. Dalam menghadapi perkara besar pada umumnya kita takut serta merasa tidak mampu menghadapinya. Dalam kenyataan hidup, nasehat yang selalu kita dengarkan mengharuskan kita untuk bertindak dari bawah. Oleh karena itu, dalam hidup, baiklah kita hadapi dan selesaikan dahulu perkara-perkara yang kecil.
Memperhatikan, menghadapi dan mengerjakan perkara kecil memang butuh kasih, kerendahan hati, ketekunan, kesabaran, dan ketabahan serta ketelitian. Sebagai contoh menghadapi seorang anak kecil harus rendah hati dan sabar dan dengan sikap yang penuh kasih, demikian juga binatang atau tanaman kecil.
Kita ibaratnya sebuah kapal yang sedang berkelana dan mengarungi lautan dunia. Orang-orang datang silih berganti dan pergi, hidup terus berlanjut seperti itu sampai Tuhan datang melabuhkan jangkar-Nya. Kesetiaan adalah pilihan hidup, karena kita semua selalu dipanggil untuk menjadi orang-orang yang setia.
Tetapi dalam hidup ini, badai kekhawatiran, kecemasan, ketakutan, kesombongan dan badai-badai lainnya senantiasa mengguncang kapal hidup kita, bahkan mengancam kesetiaan kita. Kesetiaan membutuhkan pengorbanan, perjuangan terus-menerus dan kesabaran yang tidak terbatas. Bagaimanakah kita sebagai orang beriman tetap setia menjadi orang baik dan memenuhi setiap janji yang diucapkan?

Fr. Amatus Simon Petrus Letsoin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini