“Merdeka”: Renungan, 1 April 2018

0
2108

Suatu makna terdalam dari merdeka adalah kita memperoleh kebebasan dari belenggu yang mengikat diri kita. Dan kebebasan itu mengandaikan kita bebas dari ketidaktahuan dan bisa memperoleh pengetahuan, dan di satu sisi juga, bebas berarti eksistensi dan esensi kita tidak terikat pada sebuah ketakutan karena kebodohan yang membelenggu hidup kita. Sehingga, kemerdekaan yang sejati adalah ketika kita mampu tampil dalam kualitas.

Bacaan pada pesta Paskah ini mau menyatakan kepada kita bahwa segala nubuat yang telah diwartakan para nabi tentang kebangkitan Yesus, hari ini memperoleh perwujudan nyatanya. Dan kenyataan inilah yang memerdekakan iman kita akan Kristus. Sebagaimana dialami Petrus ketika menyadari bahwa nubuat para nabi adalah benar dan kini menjadi penegasan dalam kesaksiannya. Maka, suatu kegembiraan, bahwa kebangkitan Yesus telah memerdekakan kita dan para murid dari ketidaktahuan dan ketakutan, untuk bisa mengerti misteri karya Allah yang menghidupkan itu. Sehingga, pesta paskah menjadi tanda sukacita bagi kita yang percaya, karena kini kita bisa mengalami dan mengetahui bahwa Yesus sungguh Anak Allah, Mesias yang diutus Allah untuk menyelamatkan kita. Oleh sebab itu, kemerdekaan Kristus akan maut dan dosa menjadi tanda kita tetap menaruh kepercayaan penuh akan Allah.

Agar kita bisa mewujudkan tanda itu, rasul Paulus menegaskan bahwa “kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah” (Kol 3:1). Penegasan Paulus inilah yang menjadi saat kita mempertahankan kemerdekaan itu, karena oleh Kristus, kita telah diangkat dari belenggu dosa dan menjadikan kita mengerti bahwa Allah sungguh ingin kita merdeka. Bahkan terlebih lagi, melalui peristiwa kebangkitan Yesus adalah tanda sukacita bagi kita, karena sebagaimana Allah telah mempermuliakan Kristus, maka kini kita pun dipermuliakan oleh Allah menjadi anak-anak Allah. Itulah kemenangan Kristus yang memerdekakan kita dari dosa dan belenggunya. Oleh sebab itu, peristiwa kebangkitan Yesus menjadi saat kita untuk berani mewartakan dan menjadi saksi lewat hidup kita untuk menyatakan bahwa Dialah yang ditentukan Allah menjadi Hakim atas orang-orang yang hidup dan orang-orang mati (Kis 10:42b) dan untuk itulah kalau kita percaya, kita akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya. MERDEKA!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini