Malam Paskah adalah malam penuh berkah. Ada upacara cahaya, pujian Paskah, banyak bacaan Kitab Suci dan ada pembaruan janji baptis. Semua ini menjelaskan bahwa kebangkitan menjadi titik awal iman kita pada Tuhan Yesus. Maka perlulah kita gunakan sebaik mungkin kesempatan penuh rahmat ini untuk makin berserah diri kepada Tuhan Yesus yang bangkit. Dengan harapan agar kita pun dibangkitkan bersama- Nya. Dengan kebangkitan-Nya, Yesus tidak lagi hadir secara fisik seperti yang dialami para murid sebelum wafat-Nya. Tetapi Ia selalu hadir dan menyertai kita melampaui batas ruang dan waktu. Maka, ditegaskan kepada kita “Jangan takut” karena Tuhan selalu hadir dan menyertai kita; kapan pun, di mana pun, dan dalam keadaan apa pun.
Sejak awal mula, Tuhan Allah menciptakan manusia karena cinta kasih-Nya. Sebelum menciptakan manusia, Allah telah menciptakan alam semesta dengan segala isinya sebagai tempat dan penopang kehidupan manusia. Kalau alam semesta diciptakan dalam keadaan baik, maka manusia lebih lagi. Kasih setia Allah yang tanpa batas juga tampak dalam peristiwa di mana Allah membebaskan Israel dan menuntun mereka menyeberangi Laut Merah sampai akhirnya memasuki Tanah Terjanji. Penyeberangan Laut Merah ini pun melambangkan pembaptisan kita, di mana dengan pembaptisan, kita dibebaskan dari perbudakan dosa dan di antar menyeberangi samudera dan padang gurun kehidupan ini hingga kita memasuki tanah air surgawi.
Dengan kebangkitan-Nya, Tuhan tidak hanya memberi bekal bagi perjalanan hidup kita tetapi Ia sendiri selalu hadir dan menyertai kita. Dialah cahaya sejati yang menerangi hidup kita sehingga kita mampu melihat kasih Allah dan mensyukurinya serta menghadirkannya kembali dalam hidup sehari-hari. Dialah cahaya sejati yang menerangi kita sehingga kita mampu meninggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan, yakni perbuatan-perbuatan dosa, untuk lebih melakukan perbuatan-perbuatan terang, yakni kasih, sukacita dan damai sejahtera. Oleh karena itu, jangan takut menapaki lorong-lorong kehidupan kita sebagai orang Katolik yang sejati, untuk selalu peduli dan berbagi kepada sesama. Tuhan selalu hadir dan menyertai kita, karena Tuhan telah peduli pada kita dan membagikan hidup-Nya demi keselamatan kita.
(P. Antonius Bayu Nuyartanto, Pr)











