“CARILAH TUHAN”: Renungan, Senin 5 Februari 2024

0
1199

Pw. S. Agata, PrwMrt (M).

BcE. 1Raj. 8:1-7,9-13; Mzm. 132:6-7,8-10; Mrk. 6:53-56; atau dr RUybs

Dalam kehidupan, sakit adalah hal yang pernah dialami oleh semua orang, baik itu sakit  ringan maupun berat. Ketika sakit, kita merasa ingin sekali sembuh karena ingin beraktivitas seperti biasanya. Maka, berbagai cara pun kita lakukan untuk mendapatkan kesembuhan, seperti pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan kesehatan, istirahat yang cukup, makan teratur, dan minum obat obatan. Selain itu, hal yang sangat penting adalah berdoa kepada Tuhan agar memperoleh kesembuhan.

Dalam Injil kita mendengar kisah tentang Tuhan Yesus yang baru saja sampai di Genesaret dan langsung dihampiri oleh orang banyak. Mereka membawa serta orang-orang sakit di atas tilam dengan harapan akan disembuhkan oleh Yesus. Orang-orang sangat yakin dan percaya bahwa hanya dengan menjamah jumbai jubahNya saja mereka pasti akan sembuh. Sungguh luar biasa iman orang-orang tersebut. Kita dapat melihat betapa dahsyat kuasa yang dimiliki oleh Tuhan Yesus. Orang dengan berbagai macam penyakit dapat disembuhkanNya. Tuhan Yesus merupakan Dokter yang sungguh-sungguh luar biasa karena dapat menyembuhkan pelbagai penyakit yang diderita. Selain itu diperlukan juga iman dan kepercayaan dari yang sakit agar dapat memperoleh kesembuhan. Hal itu nampak bahwa orang-orang Genesaret datang kepada Yesus dengan berlari-lari.

Kisah betapa hebat kuasa Tuhan Yesus dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit serta iman dari orang-orang yang ingin disembuhkan menjadi pembelajaran berharga bagi kita hari ini. Kita diajarkan bahwa untuk memperoleh kesembuhan diperlukan usaha yang maksimal. Kita harus mencari Tuhan dan meminta pertolongan dariNya. Berkat Tuhan akan bekerja bagi orang-orang yang mencariNya.

Hari ini kita memperingati Santa Agata, seorang perawan dan martir. Kisahnya sungguh menginspirasi karena ia sangat taat pada Kristus walaupun siksaan dan kematian harus dialaminya. Diceritakan bahwa Santa Agata dahulu dilamar oleh seorang pejabat Romawi. Namun, ia menolaknya karena keinginannya untuk menjaga kesucian diri dan ketaatan pada Tuhan Yesus. Hal ini membuatnya disiksa sampai mati. Iman yang begitu hebat diperlihatkan oleh Santa Agata. Kita belajar mengikuti teladan hidup Santa Agata yang taat sampai mati demi Kristus.

(Fr. Mario R. B. Ngantung)

 

“… supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh” (Mrk. 6:56).

 

Marilah berdoa:

Allah, yang Mahabaik, jauhkanlah kami umatMu dari berbagai macam penyakit. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini