“YESUS SANG PENYEMBUH” :Renungan, Minggu 04 Februari 2024

0
1225

Hari Minggu Biasa V (H).

Ayb. 7:1-4,6-7; Mzm. 147:1-2,3-4,5-6 1 Kor. 9:16-19,22-23; Mrk. 1:29-39.

Ketika seseorang dihadapkan dengan penderitaan atau sakit yang parah, rumah sakit menjadi tempat yang dipercaya dapat menyembuhkan sakit yang mereka derita. Karena itu berapa pun biaya yang dibutuhkan mereka akan berusaha yang penting bisa sembuh. Jika kita menghadapkan pada kenyataan bahwa tim medis “angkat tangan” dari proses penyembuhan, maka  bersandar dan berserah pada Tuhan adalah kekuatan dari keluarga. Kata ‘Bagi Tuhan tak ada yang mustahil menjadi Kekuatan pada keluarga bahwa akan ada kesembuhan dari Tuhan.

Injil yang kita dengarkan pada hari ini mengisahkan tentang Tuhan Yesus yang menyembuhkan ibu mertua Simon dan Andreas yang terbaring  karena sakit demam dan juga orang-orang yang menderita sakit kerasukan setan. Apa yang dilakukan Yesus yang dikisahkan oleh penginjil Markus ini menampilkan dua nilai yakni pertama Tuhan Yesus menyatakan kemuliaan Allah dan yang kedua Ia adalah dokter abadi tabib yang mulia. Penyembuhan yang dialami oleh  ibu mertua Simon dan Andreas serta orang-orang yang datang karena sakit kerasukan setan, menjadi tanda Tuhan menunjukkan IdentitasNya. Dialah Allah yang datang dalam dunia, Allah yang menyelamatkan, Allah yang menyembuhkan dan sumber segala rahmat. Maka, barangsiapa bersandar kepada Tuhan ia akan mendapatkan berkat dan rahmat yang dibutuhkan dalam hidup.  Hal ini penting karena manusia sering kali tidak percaya sebelum melihat. Kedua Tuhan Yesus mau menyatakan bahwa Dia adalah Allah yang menyelamatkan, Sang penyembuh, dokter abadi dan tabib yang mulia.

Apa yang dilakukan Tuhan Yesus yang dikisahkan oleh penginjil Markus pada hari ini menjadi jelas bahwa kemahakuasaan Allah menghantar orang pada keselamatan. Ketika orang menghadapi masalah atau tantangan kehidupan yang rumit seperti sakit, hal utama yakni datang memohon pertolongan kepada Tuhan terlebih dahulu. Sering kali dalam kehidupan Tuhan di-nomor dua-kan bahkan dilupakan lebih parahnya lagi orang menganggap Tuhan itu tidak ada. Hal ini perlu menjadi perhatian bagi kita semua umat beriman bahwa kehadiran Tuhan Yesus dalam kehidupan kita, memberikan kekuatan kepada kita bahkan dapat mengubah hidup kita yang suram menjadi cerah. Ada banyak keajaiban yang terjadi berdasarkan realitas yang ada bahwa ketika seseorang berputus asa dan tidak ada lagi pengharapan untuk keselamatannya Tuhan hadir dan memberikan rahmat kesembuhan kepadanya.

Hal yang menarik juga bahwa Yesus mau supaya warta keselamatan dari Allah itu tersebar luas agar semua orang dapat memperoleh kesembuhan, keselamatan, dan teristimewa mempunyai pengenalan yang mendalam akan Allah karena itu, Ia mengajak para murid untuk menyingkir dan pergi ke tempat lain “Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, maka di sana juga Aku memberitakan injil, karena untuk itu Aku datang”. Dengan mendengarkan ajaran Yesus serta melihat mujizat penyembuhan, kita semua diingatkan untuk selalu dekat kepada Tuhan membawa semua pergumulan kehidupan kita kepada-Nya tidak hanya itu saja, kita semua juga mengemban tugas untuk menggemakan, menyuarakan serta memperdengarkan apa yang kita lihat dan alami kepada siapa saja yang kita jumpai seperti apa yang dikatakan oleh Paulus “celakalah aku, jika aku tidak memberitakan injil”.

Fr. Wandilinus Gleko

“Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, karena untuk itu Aku telah datang” (Mrk. 1:38)

Marilah berdoa:

Tuhan, berkatilah kami semua agar dapat mewartakan karya keselamatanMu di mana saja kami berada. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini