Hari biasa (H)
BcE Ibr. 2:5-12; Mzm. 8:2a,5, 6-7, 8-9; Mrk. 1:21b-28
Allah adalah Sang penguasa yang rela merendahkan diri demi cinta-Nya kepada manusia, karena Ia tidak mau manusia memperoleh kebinasaan dalam hidupnya untuk selama-lamanya.
Dalam bacaan pertama rasul Paulus hendak mengungkapkan betapa besar kasih Tuhan kepada manusia. Allah sangat mengasihi manusia sampai-sampai Ia merendahkan diri-Nya demi martabat manusia. Manusia yang berbuat dosa tetapi Allah yang menanggungnya. Dengan merendahkan diri-Nya, Allah mau semua orang diselamatkan. Namun terkadang kita sebagai orang-orang yang percaya pada-Nya tidak mampu merenungankan kasih Allah yang begitu besar bagi kita. Sehingga sering kali kita menjauhkan diri dari-Nya dengan perbuatan dosa. Meskipun kita sering menjauhkan diri dan berbuat dosa, Allah tidak pernah meninggalkan kita. Ia yang senantiasa membuka jalan pertobatan kepada kita agar kita hidup di dalam-Nya.
Allah tetap setia pada janji keselamatan-Nya itu, di mana Ia mengutus Putra-Nya YEsus Kristus untuk menyelamatkan umat manusia. Namun untuk menyelamatkan manusia, Yesus rela menanggung segala penghinaan yang dilontarkan oleh manusia. Yesus tetap setia dengan misi-Nya itu. Ia taat pada Allah yang mengutus-Nya karena cinta-Nya pada manusia. Yesus yang diutus oleh Allah merupakan kekuatan atau daya Allah yang mampu menyelamatkan manusia. Allah mengutus Yesus dengan penuh kuasa, dan kuasa Yesus itu diungkapkan dalam injil hari ini. Ketika Yesus tiba di suatu tempat yang bernama Kapernaum, Ia masuk dalam rumah ibadat dan mulai mengajar. Pada saat itu juga ada orang yang kerasukan roh jahat. Namun karena kuasa-Nya, Ia menghardik dan menyuruh roh jahat itu ke luar.
Dari kisah ini ada kasih Allah yang diungkapkan, yaitu Allah tidak membiarkan kita menderita dan dikuasai oleh roh jahat atau kejahatan. Allah tidak membiarkan seorang pun jauh dari pada-Nya. Ia mau agar setiap orang percaya pada-Nya dan hanya mengandalkan-Nya dalam setiap perjalanan hidupnya. Sebab dalam Allah terdapat keselamatan dan kebahagiaan. Oleh sebab itu Allah mengutus Yesus untuk membuka kembali jalan keselamatan. Yesus sendiri menjadi Adam baru yang membawa keselamatan bagi manusia. Yesus adalah bukti kasih Allah bagi manusia. Dengan demikian setiap orang yang percaya dan mengandalkan Tuhan dalam hidupnya akan diselamtakan oleh Allah. Sebab Allah tidak pernah menduakan kasih dan janji-Nya bagi kita. Allah selalu setia meski kita tidak setia pada-Nya. Dialah kasih yang sempurna.
(Fr. Welem Landa)
“Tetapi Yesus menghardikmya, kata-Nya: Diam, keluarlah dari padanya!” (Mrk. 1:25)
Marilah Berdoa:
Tuhan penuhilah kami dengan kuasa Roh-Mu. Amin.











