“Laksanakanlah Kehendak Allah”: Renungan, Senin, 9 Januari 2023

0
905

Pesta Pembaptisan Tuhan (P)

Yes. 42: 1-4.6-7: Mzm. 29:1a-2,3ac-4.3b,9b-10; Kis. 10:34-38; Mat. 3:13-17.

Allah bersabda melalui Nabi Yesaya, dalam bacaan pertama, tentang orang pilihan Allah yang kepadanya Ia berkenan. Roh Allah ada padanya supaya Ia menyatakan hukum Allah dan menjadi Terang atas bangsa-bangsa. Kehadiran-Nya adalah cahaya yang menerangi kebutaan dosa manusia dan membawa manusia pada keselamatan. Allah memaksudkan-Nya untuk keselamatan dan keselamatan itulah yang akan Dia hadirkan bagi manusia yang hidup dalam kegelapan. Bacaan pertama mau menegaskan kuasa dan wewenang yang dibawa oleh orang pilihan Allah dan tujuan kehadiran-Nya untuk memberi cahaya pada bangsa-bangsa dan membawa mereka pada keselamatan. Sabda dan kehendak Allah terpenuhi dalam diri Yesus Putra Allah yang mau memberi diri untuk dibaptis di Sungai Yordan.

Bacaan Injil mengisahkan bagaimana peristiwa pembaptisan Yesus di Sungai Yordan oleh Yohanes pembaptis. Harus diketahui konteks dan maksud pembaptisan Yohanes adalah untuk pertobatan. Matius 3:2 “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” Seruan ini didengar oleh orang-orang dari Yerusalem, dari seluruh Yudea dan dari seluruh daerah sekitar Yordan dengan memberi diri dibaptis.

Tuhan Yesus bukan orang berdosa dan tidak memiliki dosa namun mengapa Ia mau dibaptis? Ketika Yohanes hendak mencegah Yesus, Tuhan Yesus berkata: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah”. Demi melaksanakan kehendak Allah Tuhan Yesus mau memberi diri untuk di Baptis.  Dengan segala hal luar biasa yang ada pada-Nya, Yesus tidak menganggap rendah manusia meski manusia diliputi oleh kegelapan dosa. Dia justru hadir sebagai cahaya dan mau merendahkan diri di hadapan orang-orang dengan memberikan diri-Nya untuk dibaptis. Pemberian diri ini adalah bentuk keteladanan yang riil dari cinta Allah pada Manusia dan kerendahan hati Allah. Sabda Allah melalui Nabi Yesaya tentang Orang pilihan Allah di mana kepada-Nya Allah berkenan terpenuhi dalam diri Yesus, Putra Allah melalui peristiwa pembaptisan.

Hari ini kita merayakan Pesta Pembaptisan Tuhan. Dalam konteks keyakinan iman, pesta ini menjadi peristiwa penting bagi kita karena sebelum menjalankan karya keselamatan Allah bagi umat manusia Tuhan Yesus sudah memberikan teladan yang mendasar bagi manusia. Melalui peristiwa Pembaptisan Tuhan, kita menemukan Putra Allah yang Total taat melaksanakan kehendak Allah sehingga kita dapat melihat gambar Allah yang yang mencintai umat manusia dan Allah yang rendah hati di hadapan manusia. Sebagai pengikut Yesus, adakah teladan ini kita hidupi dalam kehidupan sehari-hari?

(Fr. Damianus Daga)

 

“Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah” (Mat. 3:15)

Marilah Berdoa:

Ya Tuhan mampukanlah kami untuk mengamalkan keteladanan-Mu dalam kehidupan sehari-hari.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini