“Mencari Keselamatan Kekal”: Renungan: Rabu, 11 Januari 2023

0
985

Hari Biasa (H)

Ibr. 2:14-18; Mzm. 105:1-2, 3-4, 6-7: Mrk 1:29-39

Bacaan-bacaaan saat ini sungguh menjadi berita keselamatan kepada kita semua. Bahwasannya sesibuk apapun kita dengan tugas dan tanggung jawab kita, kita perlu menyediakan waktu kita untuk bertemu dengan Tuhan. Melalui doa kita hadir dalam keheningan, kita dibantu untuk mendengarkan kehendak Tuhan dan dari kehendak-Nya, kita mampu mengarahkan diri kita di dunia ini pada keselamatan kekal.

Tentunya setiap kita memiliki tugas dan tanggung jawab yang perlu untuk dilaksanakan, baik itu rutinitas maupun pekerjaan kita. Akan tetapi pada hari ini, Injil Markus mengisahkan kepada kita tentang Yesus yang menyembuhkan ibu mertua Simon dan orang banyak serta mengusir roh jahat. Dan setelah melakukan semua itu Yesus menyingkirkan diri ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. Yesus sang teladan hendak menunjukan kepada kita bahwa sesibuk apapun kita, kita perlu berada dalam doa. Melalui doa kita menemukan keheningan. Dan dalam keheningan kita bisa merasa tenang dan menemukan diri kita yang sesungguhnya. Selain itu, di dalam keheningan dan doa yang khusyuk kita menjadi peka terhadap kebaikan Tuhan dan mampu mendengarkan suara Tuhan.

Sebelumnya Injil Markus telah menunjukan kepada kita tindakan luar biasa yang telah dilakukan oleh Yesus. Akan tetapi tugas-Nya yang paling penting ialah menjadi manusia dan menyelamatkan manusia dari kematian kekal seperti yang dikatakan dalam surat kepada orang ibrani pada hari ini. Ia menjadi manusia dan menderita sama seperti kita, sehingga Ia mampu menolong kita. Dia turut merasakan apa yang dirasakan oleh manusia. Dia yang menderita sebagai manusia lebih merasakan penderitaan lebih dari penderitaan yang kita alami. Oleh karena itu, apabila kita berada dalam pencobaan kita harus datang kepadanya memohon pertolongan kepada-Nya. Kita pun diminta untuk meneladani dan mendengar apa yang telah dilakukan dan diajarkan oleh Yesus. Karena melalui cara itulah kita bisa selamat dari kematian. Kita bisa menjauhkan diri kita dari dosa yang dapat mendatangkan maut.

Dari permenungan ini, kita diajak untuk menyediakan waktu untuk berada dalam doa di tengah kesibukan pekerjaan dan rutinitas kita. Karena melalui doa kita mampu membangun komunikasi dengan Allah serta mendengarkan apa yang dikehendaki-Nya bagi kita. Dan untuk itu, kita mampu bertindak sesuai kehendak-Nya dan sampai pada keselamatan yang telah dikerjakan Yesus bagi kita.

(Fr. Givilier Tethool)

Waktu menemukkan Dia mereka berkata: Semua orang mencari Engkau” (Mrk. 1: 37)

Marilah Berdoa:

Yesus, kuatkanlah kami untuk setia berdoa kepada-Mu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini