“TANTANGAN BAGI PEWARTA”: Renungan, Minggu 14 Juli 2024

0
1359

Hari Minggu Biasa XV (H)

Am. 7:12-15; Mzm. 85:9ab,10,11-12,13-14; Ef. 1:3-14 (Ef. 1:3-10); Mrk. 6:7-13.

Menjalankan tugas dan perutusan untuk mewartakan Sabda Allah bukanlah perkara yang mudah. Banyak tantangan dan kesulitan yang dijumpai dalam proses tersebut. Jika tidak tekun mendengarkan dan meresapi Sabda Allah, maka kita tidak akan berhasil mewartakan kabar baik. Bacaan Injil pada hari ini menceritakan tentang Yesus mengutus kedua belas rasul. Dia berpesan kepada para rasul supaya mereka jangan membawa apa-apa dalam perjalanan termasuk bekal dan uang. Bahkan mereka tidak diperkenankan untuk memakai dua baju. Sebagai seorang manusia, jika kita melihat konteks dunia sekarang ini, pesan Yesus kepada kedua belas rasul itu sangat kecil kemungkinannya untuk dilaksanakan. Bagaimana mungkin melakukan perjalanan tanpa membawa perbekalan yang cukup?

Jika melihat lebih dalam lagi, pesan Yesus kepada para rasul akan mengantarkan kita pada suatu pemahaman yang lebih konkret bahwa dalam mewartakan kabar baik, seorang pengikut Kristus yang sejati harus bertekun dan setia dalam melakukan tugasnya. Dalam usaha menuntun orang ke jalan yang benar, para rasul harus berfokus pada tanggung jawab mereka. Jangan menaruh perhatian pada hal-hal duniawi tetapi berfokus pada Sabda Allah yang sedang diwartakan. Dengan begitu mereka dapat menyuarakan pertobatan, mengusir banyak setan, dan menyembuhkan banyak orang sakit.

Sebagai murid-murid Yesus di masa modern ini, kita diuji oleh macam-macam kenyamanan. Ada yang terlalu fokus pada pekerjaan sehingga lupa untuk berdoa. Ada yang tergiur dengan harta berlimpah, sehingga lupa mengucap syukur. Kenyataan ini menantang dan menguji ketaatan dalam melaksanakan tugas mulia yaitu sebagai pembawa kabar baik. Kita dituntut untuk sungguh-sungguh menyatuhkan diri kita dengan Kabar Sukacita yang kita wartakan. Selain itu, kita juga hendaknya berani mewartakan Injil ke tengah-tengah dunia sekalipun harus mengalami penolakan. Lihatlah tantangan ini sebagai motivasi untuk menjadi pewarta yang tangguh di tengah hiruk pikuk dunia yang menawarkan berbagai macam kenyamanan dan kepuasan. Semoga dengan semangat yang berkobar-kobar, kita dapat mengutamakan Sabda Allah dan setia dalam tugas perutusan. Dengan demikian Kerajaan Allah makin tersebar luas sampai ke ujung bumi dan banyak jiwa terselamatkan.

(Fr. Marcelino Ronaldo)

“Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang dikakimu sebagai peringatan bagi mereka” (Mrk. 6:11)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, kuatkanlah hati kami untuk tekun merenungkan Sabda-Mu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini