“PERCAYA AKAN KEKUATANNYA”: Renungan, Kamis 01 Februari 2024

0
1387

Hari Biasa (H)

1Raj. 2:1-4,10-12; 1Taw. 29:10,11ab,11d-12a, 12bcd; Mrk. 6:7-13

Ketika kita keluar dari rumah dan pergi ke suatu tempat, kita selalu saja membawa barang-barang pribadi yang kita anggap penting. Ketika kita membawa barang-barang tersebut, kita merasa aman. Namun sebaliknya, Jika ada satu barang yang lupa untuk dibawa, pasti kita akan merasa gelisah, cemas bahkan merasa bahwa ada yang kurang.

Dalam bacaan Injil, dapat kita lihat bahwa Yesus memerintahkan murid-muridNya untuk pergi mewartakan injil hanya dengan membawa tongkat. Dalam situasi ini, apakah tongkat saja sudah cukup untuk pergi mewartakan injil? Apakah pada saat itu, para murid sudah lulus dalam mengikuti pelajaran dari Yesus? Belum tentu mereka sudah lulus. Tetapi mengapa Yesus tetap mengutus mereka? Siap atau tidak siap, jika Yesus sudah mengutus, harus siap dan tidak ada alasan untuk menolak. Terkadang kita merasa tidak pantas, tidak siap untuk menjalani perutusan. Perlu kita ketahui bahwa, jika Tuhan sudah mengutus, berarti Tuhan sudah memberikan kemampuan atau kuasa dalam tugas perutusan itu. Yesus memberikan kuasa atas roh-roh jahat kepada para murid ketika diutus. Itu berarti pewartaan yang diberikan oleh para murid, benar-benar berasal dari Tuhan sendiri, tidak dari roh-roh jahat. Jika Yesus mengutus muridNya pada zaman sekarang ini, pasti tongkat saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam pewartaan. Namun, dari bacaan Inijl dapat kita lihat bahwa menaruh kepercayaan kepada Tuhan adalah hal yang terpenting dan paling dasar dalam mewartakan suatu kabar sukacita. Ketika kematian Daud sudah dekat, ia berpesan kepada Salomo untuk setia kepada Tuhan dan perintah-perintahNya agar memperoleh keberuntungan. Ini berarti bahwa, kita akan memperoleh sukacita ketika kita berada dekat dengan Tuhan, percaya kepadaNya dan menjadikan Tuhan satu-satuNya sumber pengharapan.

Sama seperti murid-murid yang diberi perintah untuk hanya membawa tongkat, kita diajarkan untuk mempercayai Allah sepenuhnya dalam panggilan hidup kita, mengandalkanNya sebagai sumber kekuatan. Ketika kita merasa ragu atau berat dalam perjalanan hidup ini, ingatlah bahwa Tuhan adalah batu karang yang kokoh yang selalu siap untuk kita andalkan. Dia adalah sumber kekuatan yang tak terbatas. Percayalah bahwa ketika kita menyerahkan segala sesuatu kepadaNya, kita akan merasakan damaiNya yang mengatasi segala perasaan ketidakpastian. Teruslah berjalan dengan setia dan teguh menjalani perintahNya, karena dalam setiap langkah yang kita ambil sesuai dengan kehendakNya, kita membangun dasar yang kokoh untuk kehidupan kita. Tuhan selalu setia pada apa yang telah dijanjikanNya.

Fr. Risky J. Sarayar

“Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan jangan mengandalkan pengertianmu sendiri. Kenalilah Dia dalam segala jalanmu, maka Ia akan menjadikan lurus jalannya.” (Amsal 3:5-6)

 

Marilah berdoa:

Ya Tuhan yang Mahakuasa, kami bersyukur atas anugerah hidup ini. Bimbinglah kami agar tetap mengandalkan dan percaya kepadaMu dalam setiap langkah perjalanan hidup kami. Kuatkanlah kami untuk setia pada perintahMu dan membangun fondasi yang kokoh dalam iman kami. Amin

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini