Hari Biasa Pekan II Adven (U)
Yes. 35:1-10; Mzm. 85:9ab-10,11-12,13-14; Luk. 5:17-26
Bacaan hari ini mengisahkan tentang Tuhan sebagai tujuan hidup kita. Memang mengikuti Dia bukanlah suatu hal yang mudah, tetapi membutuhkan perjuangan dan pengorbanan. Tetapi kalau kita tetap setia padaNya, kitapun akan memperoleh kebahagiaan yang kekal.
Dalam bacaan pertama, kita diingatkan akan sabda Tuhan bahwa kita adalah manusia yang terbatas. Selama masih hidup di dunia, kita akan mengahadapi berbagai macam persoalan hidup, dan bisa jadi persoalan itu membuat kita menjadi putus asa dan ingin menyerah. Yesaya menggambarkan pertolongan dari Allah dengan sangat baik. Ketika pertolongan Allah itu datang, maka segala persoalan yang kita hadapi dapat dilalui dengan sangat mudah, tanpa ketakutan dan kekhawatiran. Saat pertolongan Allah datang, semua keadaan manusia bisa berubah total.
Bacaan Injil juga bercerita mengenai hal yang sama yakni pertolongan Allah. Kisah Yesus menyembuhkan orang lumpuh, menunjukkan bahwa Allah sungguh mengasihi dan mencintai umatNya. Ia tidak akan pernah membiarkan umatNya jatuh binasa. Mungkin ada yang bertanya, jika Allah mencintai dan peduli kepada kita, mengapa kita masih mengalami pencobaan? Jawabannya tentu sangat sederhana yakni Allah tidak pernah menginginkan sesuatu yang buruk terjadi kepada kita, melainkan selalu menginginkan kedamaian. Namun yang sering menjadi persoalan ialah manusia seringkali lupa diri.
Bayangkan ketika manusia hidup tanpa cobaan, maka manusia tidak lagi datang kepada Tuhan. Ia menganggap bahwa dirinya mampu melakukan segala sesuatu tanpa campur tangan Tuhan, dan manusia mendewakan dirinya sendiri. Kisah orang lumpuh dalam Injil hari ini membuka hati dan pikiran kita bahwa kita hanyalah ciptaanNya yang terbatas.
Karena kita adalah ciptaan yang terbatas, kita harus sadar bahwa kita tidak bisa berjalan sendiri tanpa pertolongan dari Tuhan sendiri dan karena itu Tuhan membutuhkan iman dan kepercayaan kita kepadaNya. Ketika kita beriman dan percaya kepadaNya, maka segala sesuatu yang tidak mungkin dapat terjadi. Hal ini terbukti dalam hidup orang lumpuh yang disembuhkan oleh Yesus berkat iman dan kepercayaannya. Sebab itu, mintalah kekuatan dari Tuhan, tambahkanlah iman dan percayalah kepadaNya. Dengan begitu, kita akan menyadari bahwa dalam setiap hembusan nafas kita Tuhan selalu menolong kita.
Fr. Rifaldy Watu
“Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: ‘hai saudara, dosamu sudah diampuni.”
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, berikanlah aku kekuatan, agar bisa menjalani hidup di dunia berkat pertolonganMu. Amin











