“KASIH DAN PENYELAMATAN”: Renungan, Selasa 12 Desember 202

0
911

Hari Biasa Pekan II Adven (U)

Yes. 40:1-11; Mzm. 96:1-2,3,10ac, 11-12,13; Mat. 18:12-14.

Sebagai manusia, kita seringkali mengalami pembebasan dan penyelamatan dalam hidup. Hal tersebut sungguh menjadi sebuah anugerah dan berkat bagi kita secara istimewa. Hal serupa juga dikisahkan dalam bacaan-bacaan yang kita dengar pada hari ini, yakni tentang pencarian serta sukacita dalam menyelamatkan yang hilang.

Dalam bacaan pertama, nabi Yesaya berbicara mengenai suara yang menyerukan adanya persiapan jalan bagi Tuhan yang akan datang (Yes. 40:3). Seruan ini merupakan panggilan bagi kita agar mempersiapkan hati untuk menyambut kedatangan Tuhan. Di sisi lain, padang gurun yang disebutkan dalam bacaan menggambarkan kondisi hatikita yang perlu disucikan dan dihaluskan. Melaluinya, kita diingatkan bahwa Allah adalah Sang Pencipta dan Penguasa semesta, dan dalam kasih-Nya, Ia akan datang menyelamatkan umatNya. Sebab itu, kita tidak perlu takut karena Allah akan selalu setia menuntun kita untuk melalui segala tantangan.

Melalui Injilnya, Matius mengajarkan kita beberapa hal yang penting yakni kasih sayang, kesetiaan, kebahagiaan dan tanggungjawab. Gembala dalam perumpamaan ini sendiri telah mewakili kasih sayang Allah yang tak terbatas kepada kita. Bagi Allah, setiap manusia sangatlah berharga di mataNya dan bila ada satu orang yang tersesat, Ia akan mencari dan menyelamatkannya. Selain itu, kita juga diingatkan bahwa Allah tidak pernah membiarkan kita tersesat dalam dosa atau jauh dari padaNya. Ia akan selalu berusaha untuk membawa kita kembali kepadaNya. Hal ini tentu mencerminkan sukacita Allah dimana ketika seorang yang hilang mau bertobat dan kembali kepadaNya, Ia akan merasa sangat gembira dan dengan senang hati menerima kembali ke dalam pelukanNya.

Sebab itu, marilah kita mempersiapkan hati, memurnikan diri dan memperbaiki hubungan kita dengan Tuhan sambil juga memperhatikan mereka yang telah tersesat dan membantu mereka untuk kembali kepadaNya. Dengan begitu, kita bisa menjadi instrumen kasih dan penyelamatan bagi orang lain, seperti yang telah dilakukan Tuhan untuk kita. Kita semua diajak untuk merenungkan betapa besar kasih dan kemurahan Allah itu terutama ketika kita mengalami masa-masa sulit.  Allah akan selalu siap untuk memberikan pengampunan, membuka jalan bagi kita, dan memimpin kita dalam hidup ini. Percayalah bahwa semuanya itu merupakan bukti cintaNya dan bahwa kita sungguh-sungguh berharga di mata-Nya.

Fr. Stevan Lerebulan

Demikian juga Bapamu yang di surga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang” (Mat.18:14).

Marilah berdoa:

Tuhan yang kudus, semoga kami senantiasa menjadi orang yang penuh belaskasih, setia, bahagia dan bertanggungjawab. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini