“KELUARGA: TANTANGAN & HARAPAN”: Renungan, Minggu 31 Desember 2023

0
1149

PESTA KELUARGA KUDUS, YESUS, MARIA, YUSUF (P)

Kej. 15:1-6;21:1-3; Mzm. 105:1b-2,3-4,5-6,8-9; Ibr. 11:8,11-12,17-19; Luk. 2:22-40

Hari ini merupakan hari terakhir dalam penanggalan masehi. Masih dalam sukacita dan kegembiraan Natal, hari ini Gereja memestakan Keluarga Kudus: Yesus, Maria dan Yusuf.

Pada Pesta Keluarga Kudus, kita mendengarkan sebuah cerita yang menantang setiap keluarga kristiani. Yesus lahir dari sebuah keluarga sederhana, di sebuah kampung kecil, Betlehem. Keluarga sederhana dan kecil ini juga turut membesarkan dan merawat Yesus. “Maria dan Yusuf membawa Kanak-kanak Yesus ke Yerusalem untuk menyerahkan Dia kepada Tuhan” (Luk. 2:22). Maria dan Yusuf melaksanakan perjalanan sejauh 120 km dari Nasaret ke Yerusalem dengan berjalan kaki untuk mempersembahkan Yesus. Dengan penuh tanggung jawab dan cinta, mereka berjalan bersama Yesus untuk menuju Yerusalem. Dengan taat dan setia mereka mengamalkan hukum dan perintah Allah dalam keluarga mereka. Mereka tidak takut dan bimbang sebab mereka menjadikan Kanak Yesus sebagai pusat kehidupan mereka.

Inilah kabar gembira, sukacita dan kekuatan bagi keluarga kristiani yang acap kali pesimis tentang kehidupan keluarga, masa depan keluarga dan persoalan serta tantangan yang sementara menerpa keluarga kristiani.

Kesaksian hidup Maria dan Yusuf telah memberikan teladan bagi keluarga kristiani. Dengan menjadikan Yesus sebagai pusat hidup keluarga, mereka tidak takut dan bimbang dalam mengambil setiap keputusan hidup. Mereka hidup dalam cinta dan tanggung jawab satu sama lain. Mereka dengan taat dan setia menjalankan hukum dan perintah Allah. Mereka memilih dan menjalankan panggilan suci ini dengan iman. Inilah jalan yang ditempuh oleh Maria dan Yusuf. Inilah optimisme yang membentuk mereka menjadi keluarga yang kudus. Kekudusan hidup keluarga Nazaret tidak hanya berasal dari Yesus yang kudus, tetapi juga dari komitmen teguh Maria dan Yusuf pada iman akan Allah. Komitmen ini tidak berhenti pada sebuah keyakinan, tetapi diungkapkan dalam tindakan mereka.

Dalam komitmen itu, Paus Fransiskus pernah berpesan: “Keluarga peliharalah iman, keluarga berdoalah bersama, keluarga bersukacitalah”. Selalulah hidup dalam iman, jadikanlah Yesus sebagai pusat hidup keluarga dan tinggalakan apa yang membuat keluarga jauh dari Yesus. Berdoalah bersama senantiasa dan kerjakanlah apa yang didoakan. Bersukacitalah dalam setiap pengalaman hidup keluarga, walau dalam pengalaman buruk sekalipun, sebab Tuhan ingin berkata sesuatu dalam setiap pengalaman yang terjadi. Keluarga Kudus Nazaret telah memberikan contoh dan teladan, keluarga kristiani pasti bisa.

Fr. Theofilus Pontoh

“Mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkanNya kepada Tuhan” (Luk. 2:22).

Marilah berdoa:

Ya Allah, berkatilah keluarga kami. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini