“MENGIKUTI KEHENDAK TUHAN”: Renungan, Kamis 07 September 2023

0
1260

Hari Biasa (H)

Kol. 1:9-14;  Mzm. 98: 2-3ab, 3cd-4,5-6; Luk. 5:1-11

Jalan hidup Simon dan beberapa murid lainnya sesungguhnya sudah sangat jelas, yakni sebagai nelayan yang berpengalaman dalam hal menangkap ikan. Ketidak beruntungan malam itu, ketika mereka melakukan tugas mereka yakni menjala ikan dan pulang dengan tangan hampa serta rasa kecewa, menjadi pintu masuk bagi Yesus untuk menyertakan mereka dalam karyaNya. Yesus menyuruh Simon untuk bertolak ke tempat yang dalam dan menebarkan jalanya dan hal yang besar terjadi yakni mereka mendapat banyak ikan. Pada saat itulah Simon tersungkur di depan kaki Yesus dan menyadari siapa dia sesungguhnya.

Perjumpaan dengan Yesus inilah yang menggetarkan hati mereka untuk melalukan hal-hal besar bersama Yesus. Ketaatan inilah yang akhirnya membawa perubahan dalam kehidupan Simon dan teman-temannya. Semua rasa kecewa, jengkel, dan marah karena kegagalan semalam terbayar lunas dan bahkan sangat berkelimpahan. Simon sadar akan keberdosaan dirinya, karena itu ia berkata “Tuhan tinggalkanlah aku, karena aku ini orang berdosa”. Namun, Yesus meneguhkannya dengan berkata “Jangan takut, mulai sekarang engkau akan menjala manusia”. Kesadaran akan segala kelemahan dan dosa inilah yang pada akhirnya membuahkan keselamatan bukan saja bagi Simon, tetapi juga untuk semua teman-temannya, bahkan bagi kita semua yang mengikuti Kristus.

Penginjil Lukas, mengajak kita semua untuk mau terbuka terhadap segala firman Allah dan mau taat dan setia menjalankan segala sesuatu yang diajarkan oleh Tuhan melalui firmanNya. Dengan demikian, kebahagiaan kekal benar-benar menjadi bagian dari hidup kita. Kita mungkin sering berjumpa dengan pengalaman gagal dan kecewa dalam usaha dan pekerjaan-pekerjaan kita, kita sudah berusaha semaksimal mungkin tetapi hasilnya tidak memuaskan dan bahkan sia-sia. Di saat seperti ini mungkin kita tergoda untuk berhenti bekerja dan tidak mau lagi percaya pada Tuhan. Kita mungkin tidak mau berdoa lagi memohon berkat Tuhan untuk pekerjaan-pekerjaan kita.

Seperti yang dikatan oleh Simon “karena Engkau yang menyuruh”, hendaknya harapan kita kembali dikobarkan bahwa Tuhan tidak pernah membiarkan kita gagal dan terpuruk dalam kelemahan dan kekecewaan yang kita alami. Tuhan tahu akan kebutuhan-kebutuhan kita, asal kita tetap percaya bahwa pada waktunya Ia akan memberikan yang terbaik bagi kita. Seperti yang dikatakan oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Kolose “semoga kalian menerima segala hikmat dan pengertian yang benar utnuk mengetahui kehendak Allah, dengan demikian hidup kita akan layak di hadapanNya. Dan akan menghasilkan  buah dalam segala pekerjaan baik, dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah”.

(Fr. Paternus Wee)

“Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa”(Luk. 5:8b)

Marilah Berdoa:

Ya Allah, melalui kurban Kristus Engaku menyatakan bahwa tidak ada yang mustahil di tangan-Mu. Jadikanlah kami pewarta sabda-Mu demi keselatan kami dan dunia ini. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini