“MENGASIHI YESUS DAN SESAMA”: Renungan, Sabtu 13 Mei 2023

0
1346

Hari Biasa Pekan V Paskah (P)

Kis. 16:1-10; Mzm. 100:1-2,3,5; Yoh. 15:18-21. 

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia perlu memiliki cinta. Entah itu cinta terhadap orang tua, keluarga, teman-teman, bahkan seorang kekasih. Sebab melalui cinta yang dimiliki dan diberikan kepada sesama, manusia dihantar kepada kedamaian dan rasa aman di dalam hidup. Namun, di balik cinta yang diberikan itu, dibutuhkan suatu pengorbanan diri.

Bacaan pertama hari ini mengisahkan tentang Paulus yang berkeliling merasul dan mewartakan cinta Kristus dari kota ke kota sampai di Makedonia. Hal itu ia lakukan, sebab Paulus merasa bahwa itu merupakan tugas utama yang harus dilakukan untuk menggenapi penglihatan dari Tuhan yang ia alami, supaya orang-orang di Makedonia pun dapat mengenal siapa Allah melalui Sabda yang diwartakannya.

Dalam bacaan Injil, Yesus mengajarkan bahwa setiap manusia harus belajar untuk mencintai meskipun Ia sendiri harus dibenci oleh dunia. Sebab Dia adalah sumber cinta sejati. Walaupun tidak ada jaminan apapun bagi manusia, ketika ia mencintai sesamanya. Sebab, terkadang cinta yang yang diberikan dibalas dengan kebencian, cacian dan makian. Seperti pepatah yang mengatakan bahwa “air susu dibalas dengan air tuba”. Akan tetapi, jika manusia hanya mencintai orang-orang yang mencintai dirinya, bukankah hal itu dilakukan juga oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah?

Sebagai orang beriman, kita perlu menyadari bahwa Yesus tidak menginginkan agar kita hanya memikirkan kepentingan diri sendiri. Sebab dalam kehidupan ini,  kita hidup bersama orang lain. Kita harus saling membantu dan menolong satu sama lain. Dengan demikian, dunia dapat dikenal sebagai tempat kita berada.

Kita juga perlu menerapkan hidup baru yang Yesus berikan dengan mencintai sesama seperti Yesus yang mencintai umat-Nya. Bahkan, Ia rela wafat untuk menebus dosa-dosa kita. Inilah wujud nyata cinta terbesar yang Yesus berikan kepada kita dan dunia. Selain itu, cinta yang diberikan pun merupakan cinta yang tanpa pamrih. Sebagaimana, cinta yang ditunjukkan oleh rasul Paulus. Sehingga, sebagai bukti cinta kita kepada-Nya, kita perlu mengikuti perintah dan ajaran-Nya, untuk dapat mewartakan cinta-Nya kepada siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. Sebab cinta yang diberikan ialah cinta yang menyeluruh, yang tidak terbatas kepada orang tertentu, waktu tertentu dan pada tempat tertentu.

(Redaksi)

“Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu” (Yoh. 15:18).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, bantulah aku menjadi rasul-Mu yang mampu membawa cinta bagi banyak orang, sehingga dunia ini dipenuh dengan damai-Mu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini