“YESUS KRISTUS: MITOS ATAU FAKTA”: Renungan, Minggu 23 April 2023

0
1233

Hari Minggu Paskah III (P)

Kis. 2:14,22-33; Mzm. 16:1-2a,5,7-8,9-10,11; 1Ptr. 1:17-21; Luk. 24:13-35

Ilmu pengetahuan disebut sebagai ilmu karena dapat memberikan sumbangan pengetahuan bagi manusia dan dampak positif bagi perkembangan kehidupan manusia di dunia ini. Manusia mampu menerima hal yang ditawarkan oleh IP, karena yang ditawarkan oleh IP didasarkan pada fakta. Dengan kata lain, apa yang diajarkan di dalam IP berdasarkan pada hal-hal yang mampu diamati atau dicermati oleh indra manusia. Untuk itulah, agak sulit bagi manusia untuk memahami hal-hal yang tidak dapat diamati atau dicermati oleh indra mereka. Manusia akan ragu-ragu atau sulit menerima sesuatu yang belum jelas kebenarannya.

Perasaan ragu atau bimbang dialami juga secara khusus oleh orang beriman. Mereka sering diberikan pertanyaan tentang kebenaran akan iman akan Yesus Kristus. Bahkan orang beriman sendiri juga bertanya pada diri mereka sendiri tentang kebenaran iman mereka akan Yesus Kristus. Apakah Yesus pernah hidup di dunia ini atau tidak? Situasi demikian memberikan tantangan tersendiri bagi orang-orang beriman.

Bacaan hari ini menunjukkan dengan jelas bahwa iman akan Yesus Kristus bukanlah sekedar mitos belaka, melainkan fakta dan kebenaran yang memang pernah hadir di dunia ini. Petrus dalam khotbahnya berkata, “Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, …. Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka. Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut,….” (Kis. 2:22-24). “Oleh Dialah kamu percaya kepada Allah, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan yang telah memuliakan-Nya, sehingga imanmu dan pengharapanmu tertuju kepada Allah.” (1 Ptr. 1:21).

Keragu-raguan di dalam diri manusia memanglah wajar. Karena kadangkala manusia seperti dua orang murid di jalan Emaus, yang masih terhalang matanya untuk melihat kebenaran iman. Namun manusia secara khusus dipanggil untuk tetap berusaha agar mampu mengenal akan kebenaran yang Allah hadirkan dalam kehidupan mereka, yang kelak akan menghantarkan pada kebenaran dan keselamatan. “Aku senantiasa memandang kepada Tuhan,…. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram, sebab Engkau tidak menyerahkan aku kepada dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang KudusMu melihat kebinasaan.” (Kis. 2:25-27).

(Christiano Mandagi).

 

“Sesungguhnya Tuhan telah bangkit dan telah menampakkan diri kepada Simon”

(Luk.24:34)

Marilah Berdoa:

Tuhan mampukanlah aku mengenal akan kebenaran iman kami, agar dapat mewartakan kebenaranMu kepada orang banyak. Amin.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini