“MAKANAN YANG ABADI”: Renungan Senin, 24 April 2023

0
1057

Hari biasa Pekan III Paskah (P).

Kis. 6:8-15; Mzm. 119:23-24, 26-27, 29-30; Yoh. 6:22-29

Saudara-saudari yang terkasih. Bacaan-bacaan Kitab Suci hari mengisahkan tentang daya dan kuasa dari setiap Firman Allah yang memberikan kehidupan abadi bagi setiap orang yang percaya dan meyakiniNya. Hal ini nampak dari dua tokoh yang ada dalam bacaan pertama dan bacaan Injil. Dua tokoh yang dimaksudkan yakni St. Stefanus dan Yesus Kristus. Kedua tokoh ini bukan hanya mengajarkan tentang firman Allah tetapi ikut serta menghidupinya dalam hidup di dunia.

Bacaan pertama dari kisah para Rasul menceritakan tentang Stefanus yang oleh karena karunia dan kuasa  yang nampak dalam mukjizat yang dibuatnya serta kemampuannya tentang firman Allah yang kuat, dia mendapatkan tuduhan dari orang-orang dari Kirene dan dari Alexandria bersama beberapa orang Yahudi dari Kilikia dan Asia, yang tidak sanggup menghadapi Stefanus. Dengan saksi-saksi palsu, mereka berusaha untuk menjebaknya di hadapan mahkamah agama. Namun lihatlah, betapa besar karunia dan kuasa dari firman Allah itu. Sehingga menampakkan Stefanus bagai malaikat di hadapan para mahkamah agama. Sedangkan dalam bacaan Injil, menceritakan tentang orang banyak yang mencari Yesus. Hal ini terjadi setelah mukjizat yang dibuat Yesus (memperbanyak roti dan ikan). Ketika orang banyak menemukanNya, bertanyalah mereka kepada Yesus; Bilamana Engkau ada di sini? Mengetahui maksud mereka mencariNya, Yesus berkata: “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang. Bekerjalah bukan untuk makanan yang dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai hidup yang kekal, yang akan diberikan anak manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meteraiNya.

Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus Yesus. Dalam kehidupan pada umumnya, setiap orang memiliki dua kebutuhan dasar yang harus dipenuhi. Dan oleh karena itu, orang berusaha dan bekerja keras untuk dapat memenuhi kebutuhan itu. Kebutuhan dasar yang dimaksudkan tidak lain adalah kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani. Dari dua kebun ini, manusia lebih menaruh fokus dan perhatiannya pada pemenuhan kebutuhan jasmaninya sampai lupa bahwa kebutuhan rohaninya harus di penuhi. Fenomena yang terjadi sekarang ini, memperlihatkan kondisi manusia yang saking fokusnya pada hal-hal jasmani, mereka rela berbuat apa saja, agar kebutuhan jasmaninya dapat terpenuhi. Semakin tinggi obsesi untuk hidup sejahtera dan berkecukupan membuat manusia terkadang serakah dan lupa terhadap kebutuhan hidup rohaninya. Dari sini kita sebagai orang beriman diingatkan kembali dengan bacaan Injil hari ini. Dimana Yesus mengatakan bahwa bekerjalah bukan untuk makanan yang dapat binasa, melainkan makanan yang bertahan sampai hidup yang kekal. Lantas apa yang harus kita kerjakan untuk itu semua.Yesus menjawab nya dengan berkata; “Hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah” Yang dimaksudkan di sini yakni Yesus Kristus sang firman yang telah menjadi manusia. Dengan ini sebagai pengikut Kristus, kita diajak untuk dapat melakukan apa yang dikehendaki oleh Allah dengan percaya dan melaksanakan setiap firman yang keluar dari mulutNya. Hal ini dapat kita lakukan dengan hidup baik dan benar dihadapan Allah dan sesama. Rahmat Allah menolong kita sekalian, amin.

(Fr. Robertus Batseran)

“Manusia hidup bukan dari Roti saja, tetapi dari setiap Firman yang keluar dari mulut Allah”(Mat. 4:4)

Marilah berdoa

Ya Allah kuatkan dan teguhkan lah kami untuk dapat mengerjakan segala firman dan kehendak-Mu dalam diri Yesus Kristus Putera-Mu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini