“Pentingnya Pengenalan” Renungan: Kamis, 16 Februari 2023

0
1178

 Hari biasa (H).

BcE Kej. 9:1-13; Mzm. 102:16-18,19-21,29,22-23; Mrk. 8:27-33

Pengenalan amatlah penting dalam suatu perjumpaan dengan siapa saja. Biasanya seseorang akan merasa nyaman dan aman ketika dia bertemu dengan orang yang pada dasarnya telah dia kenal. Hal ini tejadi karena timbulnya rasa percaya kepada orang yang hendak kita jumpai atau kepada orang yang telah kita kenal. Pengenalan ini dapat kita lakukan biasanya dari proses perjumpaan yang sering kita lakukan atau bisa juga lahir dari pengalaman atau moment tertentu dalam hidup kita. Jadi suatu pengenalan adalah awal yang baik dalam memulai relasi, pengenalan yang baik akan menjamin juga relasi yang baik.

Saudara/i terkasih bacaan Injil hari ini menceritakan tentang pengakuan Petrus. Hal yang menarik ialah Markus mengggambarkan cara Yesus yang berusaha menyatakan pengenalan akan diri-Nya. Dari perikop di atas, kita akan melihat ada dua model pertanyaan. Pertama, yaitu diarahkan kepada orang banyak yaitu stigma pengenalan akan Yesus dari perspektif banyak orang. Yang kedua yaitu diarahkan kepada para murid yang hidup selalu dengan diri-Nya.  Sumber yang pertama kelihatan abstrak dan bercampur dengan harapan orang pada saat itu. Berbeda dengan Petrus dengan pengenalan yang dia miliki, dia kemudian menjawab, “Engkaulah Mesias”. Jawaban Petrus ini menujukkan kedalaman relasi dirinya dengan Yesus sendiri. Pengakuan Petrus terhadap identitas Yesus merupakan anugerah dari Roh kudus dan membawa dia pada suatu tanggungjawab yang besar.

Injil hari ini memberi pesan bagi kita mengenai pentingnya pengenalan akan Yesus. Kita sebagai orang beriman diharapkan untuk membangun relasi yang baik dengan Tuhan. Sangat disayangkan apabila waktu yang kita miliki ini tidak dimanfaatkan dengan baik untuk membangun relasi dengan Tuhan. Perlu kita sadari Petrus memberi pesan kepada kita bahwa kita tidak akan pernah dapat menjelaskan Tuhan, jika kita tidak hidup di dalam-Nya. Relasi ini akan muncul jika kita sebagai manusia benar – benar mengarahkan diri pada Tuhan sendiri.

Perziarahan hidup kita di dunia tidak lain adalah suatu proses kembali kepada pangkuan Tuhan. Bagaimana kita dapat mengenal Tuhan kalau kita tidak berusaha menjalin hubungan yang erat dengan Dia. Maka dari itu, kiranya kita dapat menyempatkan waktu untuk berusaha mengenal Tuhan dengan berusaha membangun relasi dengan-Nya.

(Fr. Fujio Fransiskus Tawas)

“Engkau adalah Mesias!” (Mrk. 8:29)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, bantulah kami untuk semakin mengenal diriMu. Amin.

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini