Hari biasa (H).
BcE Kej. 8:6-13, 20-22; Mzm. 116: 12-13,14-15,18-19; Mrk. 8:22-26.
Setiap orang menginginkan agar dirinya mencapai keselamatan. Keselamatan begitu penting karena itulah tujuan hidup kita. Semua orang akan berusaha untuk mencapai keselamatan. Resiko dan konsekuensi harus dilalui demi keselamatan itu sendiri. tetapi, apa yang perlu dilakukan agar dapat mencapai keselamatan? Bacaan-bacaan hari ini mengajak kita untuk melihat hal tersebut.
Bacaan pertama menceritakan tentang Nuh yang menantikan surutnya air bah. Berhari-hari lamanya Nuh menantikan agar air bah itu surut. Ia pun tetap berjuang dan berusaha untuk memastikan, apakah telah surut atau tidak. Ia pun beberapa kali melepaskan seekor burung untuk memastikan dan sekedar mengecek kondisi sekitar. Tapi hasilnya nihil. Pada akhirnya, air bah itu surut sehingga keselamatan semua mahkluk dapat terjamin. Semua kehidupan dalam bahtera dapat berlanjut. Keselamatan pun dapat dirasakan. Kisah yang penuh dengan sebuah proses dan usaha untuk mencapai keselamatan. Bacaan Injil juga mengisahkan hal yang serupa. Seorang buta dibawa kepada Yesus agar bisa memperoleh kesembuhan yaitu pengelihatan. Yesus meludah dan meletakkan tangan atas orang itu. Pada awalnya, ia tidak dapat melihat dengan jelas. Pengakuannya akan pengelihaan yang tidak jelas itu menjadi bukti bahwa ia memiliki usaha untuk sembuh. Ia pun dapat melihat dengan jelas. Akhirnya, ia pun dapat melihat dan mencapai keselamatan: kesembuhan dari kebutaan.
Perjalanan hidup seorang kristiani merupakan perjalanan menuju keselamatan. Semua orang akan berusaha sekuat tenaga agar ia dapat mencapai keselamatan. Keselamatan yang diimani yaitu bersatu bersama Bapa di surga. Bacaan-bacaan hari ini menunjukkann kepada kita jalan menuju keselamatan. Jalan yang dimaksud adalah setia terhadap proses hidup dan adanya usaha atau kemauan dari setiap orang. Setia berproses dan terus berusaha merupakan tindakan manusia yang bersifat aktif. Tinakan ini merupakan tindakan yang lahir dari lubuk hati manusia paling dalam. Nuh mengajarkan kita untuk tetap setia pada proses yang Allah telah rencanakan. Ia harus setia menunggu waktu yang ditetapkan Allah agar bisa turun dari bahtera dan melanjutkan kehidupan. Kisah dari orang buta yang ingin sembuh mengajarkan kita juga agar berusaha dan tetap setia berproses. Memang, kita akan juga mengalami kejadian yang sama seperti orang buta. Ia tidak langsung melihat seketika. Tetapi, usaha, keyakinan dan iman yang teguh menghantarkannya pada keselamatan yaitu kesembuhan. Selalu berusaha dan tetaplah setia terhadap rencana Tuhan. Niscaya keselamatan akan dianugerahkan Allah kepada kita.
(Redaksi)
“…orang itu sungguh-sungguh melihat dan telah sembuh” Mrk. 8:25
Marilah Berdoa:
Ya Tuhan, buatlah kami untuk selalu berusaha dan setia terhadap rencanaMu. Amin.











