Hari Biasa (H).
Ef. 3:2-12; MT Yes. 12:2-3,4bcd,5-6; Luk. 12:39-48.
Kesetiaan merupakan suatu hal yang ingin dicapai setiap orang. Hal tersebut dapat dilihat dari pasangan suami-istri yang berjanji untuk setia dalam perkawinan mereka. Demikian juga para imam, biarawan dan biarawati yang berjanji untuk setia dalam pelayanan mereka.
Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus mengingatkan para murid-Nya untuk mengabdi serta setia dalam segala hal. Sama seperti pemilik rumah yang mengetahui saat kedatangan pencuri untuk membongkar rumahnya maka ia dengan sikap siap sedia berjaga supaya rumahnya tidak dibongkar. Sikap siap sedia dengan setia ini juga penting dalam menantikan kedatangan Tuhan. Yesus berkata, “Hendaklah kalian juga siap sedia karena Anak Manusia akan datang pada saat yang tak kalian sangka-sangka.” Maka dari itu setiap orang diminta selalu berjuang untuk mengabdi dengan setia kepada Tuhan dalam menanti kedatangan-Nya.
Bacaan Injil hari ini mengundang kita untuk selalu siap dalam menantikan kedatangan Tuhan Yesus. Meskipun kita tidak mengetahui kapan persis kedatangan-Nya, namun sebagai murid Yesus, kita harus menunjukkan sikap kesetiaan kita kepada-Nya dengan terus berjaga-jaga dengan tekun dalam bekerja dan mengabdi pada Allah.
Paulus, dalam suratnya kepada jemaat di Efesus, menunjukkan kepada kita semua bagaimana sikap yang tepat sebagai seorang murid yang setia. Ia menceritakan kisah panggilannya untuk mengabdi kepada Tuhan melalui pewartaan Injil. Di sini ia tidak bermaksud untuk menyombongkan dirinya kepada semua orang melainkan untuk menunjukkan bahwa dirinya dipilih Yesus sendiri untuk mengabdi dengan setia dan dengan demikian ia menjadi hamba Yesus Kristus. Setelah menjadi hamba, ia tidak berhenti di situ saja, melainkan ia berusaha untuk menyerahkan seluruh hidup, kekuatan serta kemampuannya untuk mewartakan rencana keselamatan Allah dalam diri Yesus Kristus. Bagi Paulus, semua ini merupakan karya Roh Kudus yang diam dalam dirinya. Oleh karena pewartaannya juga, orang-orang non-Yahudi juga menjadi ahli waris dalam janji yang diberikan oleh Yesus Kristus untuk memperoleh keselamatan kekal.
Sabda Tuhan pada hari ini membimbing kita serta menerangi langkah kaki kita untuk menjadi abdi Tuhan yang selalu setia kepada-Nya. Abdi yang selalu siap sedia dalam mewartakan kasih Allah di dunia ini. Abdi yang selalu tekun berjaga-jaga dalam menantikan kedatangan Tuhan dengan sikap siap sedia. Sikap inilah yang dikatakan sebagai panggilan hidup. Maka dari itu, apakah kita sudah setia dalam panggilan dan pelayanan? Apakah kita sudah tekun dan setia berjaga-jaga dalam menantikan kedatangan Tuhan?.
(Fr. Luciano Lontaan)
“Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan” (Luk. 12:40).
Marilah berdoa:
Ya Allah Mahakuasa, kami mohonkan rahmat kesetiaan, kesiapan, dan ketekunan dalam menjalankan perintah-Mu dalam hidup ini, sehingga kelak ketika Engkau datang, Engkau mendapati kami layak untuk masuk dalam Kerajaan-Mu. Amin.











