“Iman Membawa Pemahaman”: Renungan, Sabtu 24 September 2022

0
1236

Hari Biasa (H)

Pkh. 11:9 – 12:8; Mzm. 90:3-4,5-6,12-13,14,17; Luk. 9:43b-45

Memahami adalah suatu hal yang tidaklah mudah. Ketika kita berusaha untuk memahami sesuatu, tak jarang kita mengalami kesulitan yang membuat kita merasa tak mampu untuk memahami hal yang dimaksud. Pada titik dimana kita tidak mampu memahami sesuatu sendirian, kita perlu meminta bantuan orang lain. Kita perlu memberi diri untuk dituntun atau diajari oleh orang lain, supaya kita bisa memahami hal yang dimaksudkan itu.

Injil hari ini berbicara tentang Pemberitahuan kedua tentang penderitaan Yesus. “Yesus berkata kepada murid-muridnya dengarlah dan camkanlah segala perkataanKu ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia”. Disini kita akan diantar pada sebuah fakta di mana perkataan Yesus tidak dimengerti oleh murid-murid-Nya. “Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya”. Meskipun para murid adalah orang-orang yang dekat dengan Yesus dan selalu mendengar firman-Nya, mereka tidak serta merta mengerti semua perkataan Yesus.

Meskipun demikian, para rasul dengan iman yang teguh tetap setia mengikuti Yesus dan tidak mempertanyakan lebih lanjut tentang hal yang tidak mereka mengerti. “Dan mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada-Nya (Luk 9:5)”. Namun para murid akhirnya mengerti semua perkataan itu setelah kebangkitan Yesus. Segala sesuatu yang tersembunyi bagi mereka akhirnya terungkap. Iman dan kesetiaan para rasul hendaknya kita teladani dalam kehidupan beriman sekarang ini.

Terkadang sebagai orang beriman kita bertanya tentang banyak hal yang secara logika mungkin sukar dimengerti. Dalam membaca sabda Allah dalam Kitab Suci pun terkadang kita kurang memahami makna dari sabda Allah yang dibacakan sehingga muncul rasa jenuh dan bosan. Namun semua itu bukanlah alasan untuk tidak beriman kepada Yesus. Sebagai umat beriman kita mesti meneladani para murid yang meskipun tidak mengerti namun tetap setia mengikuti Yesus dan terus mendengarkan firman-Nya.

Kita tidak perlu memaksakan pikiran kita untuk mengetahui sesuatu yang sukar untuk dimengerti karena pada dasarnya kita adalah makhluk yang terbatas. Yang perlu kita lakukan ialah tetap setia mengikuti Yesus dan terus membaca dan merenungkan firman-Nya. Sebab dengan demikian Allah akan membuat kita mengerti segala hal yang tidak dimengerti, sama seperti para murid yang akhirnya mengetahui segala sesuatu yang disabdakan Yesus lewat peristiwa kebangkitan.

(Fr. Fransiskus Yosep Savsavubun)

“Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya” (Luk. 9:45).

 Marilah berdoa:

Ya Allah, berkatilah aku agar aku dapat mengerti segala firman-Mu yang aku dengar dan baca dalam Kitab Suci. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini