Pw SP Maria, Ratu (P)
BcE 2Tes. 1:1-5,11b-12; Mzm. 96:1-2a,2b-3,4-5; Mat. 23:13-22; atau dr RUybs.
Setelah diangkat ke surga dengan jiwa dan badannya, Bunda Maria dinobatkan sebagai Ratu. Peringatan ini dirayakan tujuh hari setelah Hari Raya Bunda Maria diangkat ke Surga (Maria Assumpta). Keratuan Bunda Maria tidak dapat dipisahkan dengan Yesus sebagai Raja Kekal sekaligus Raja Damai. Yesus adalah Raja dari segala raja. Kerajaan Yesus adalah kekal selama-lamanya. Karena melahirkan Yesus Sang Raja atas surga dan bumi, maka Bunda Maria adalah Ratu Surga, sebagaimana terungkap dalam doa Ratu Surga.
Hari ini Yesus berbicara kepada ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang hanya mengajarkan kebaikan kepada orang namun di sisi lain mereka menutup kesempatan orang lain untuk berbuat baik. Yesus mengecam segala tindakan orang Farisi dan ahli Taurat yang mengajak orang bertobat tetapi mereka sendiri tidak bertobat.
Saudara terkasih, panggilan hidup Kristiani adalah panggilan kepada pertobatan dan mengikuti Yesus Kristus. Di sanalah kita diajak untuk menumbuhkan sikap iman kesetiaan kita kepada Tuhan Yesus seperti Bunda Maria. Dan juga kesetiaan seperti yang ditunjukkan oleh Jemaat di Tesalonika. Meskipun merasakan penindasan dan penganiayaan karena iman akan Kristus, mereka tetap setia dan dikuatkan oleh Rasul Paulus. Paulus mengingatkan kepada mereka bahwa apa yang mereka alami merupakan bukti keadilan Allah. Sebagai cara Allah untuk menyempurnakan iman mereka, bahwa Kristus tetap berkuasa dari Surga dan akan menghakimi para penindas dengan adil.
Melalui Penginjil Matius dan Rasul Paulus, Allah menghendaki agar kita memahami: Pertama, sebagai orang percaya kepada Kristus, kita adalah bagian dari Kerajaan Allah yang hadir dalam dunia ini. Kekuatan dunia akan mencoba untuk melawan dan menggoyahkan keyakinan kita. Bersama Allah, kita akan mengalahkan tantangan ini. Kedua, Allah sudah menyediakan penghakiman dan penghukuman yang adil terhadap mereka yang menganiaya umat Kerajaan Allah. Ini adalah bukti keadilan Allah atas dunia. Ketiga, kita dipanggil untuk memiliki pola pikir yang mau berjuang mengerjakan segala pekerjaan iman kita sehingga nama Kristus Yesus dimuliakan dalam kehidupan kita. Memang tidak mudah, karena itu tetaplah setia. Marilah, bersama dengan Bunda Maria Sang Ratu, kita selalu menanggapi panggilan Allah dengan menaburkan perbuatan-perbuatan baik yang berlandaskan cinta kasih kepada siapa saja. Dengan demikian iman kita semakin berkembang dan kita mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
(Fr. Benny Fasak)
“Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib di antara segala bangsa” (Mzm. 96:3).
Marilah Berdoa:
Tuhan, bantulah kami dengan rahmat-Mu untuk menghindari dan menjauhi sikap munafik. Amin.











