”Hamba yang baik” : Renungan, Kamis 25 Agustus 2022

0
1397

Hari Biasa (H)

1Kor. 1:1-9; Mzm. 145:2-3,4-5,6-7; Mat. 24:42-51

Dalam rutinitas kehidupan, perbuatan baik sering diabaikan karena orang selalu melihat keuntungan bagi dirinya tanpa memikirkan apa yang dikehendaki oleh Tuhan.

Dalam Injil, Matius menggambarkan perumpamaan tentang hamba yang setia dan hamba yang jahat. Hamba yang setia adalah hamba yang tahu dan sadar akan tugas yang diberikan dan menjalankannya, berbeda dengan hamba yang jahat yang selalu melalaikan tugas dan tanggung jawa serta melakukan tindakan-tindakan yang tidak berguna. Perumpamaan ini hendak mengajak kita untuk selalu menjadi hamba yang setia dan benar, dimana selalu jujur dan bertindak benar sesuai dengan tugas dan pekerjaan yang diberikan. Karena kebenaran selalu membawa keberuntungan dan kebahagiaan. Dalam ayat 47 kita membaca : “Aku berkata kepadamu: sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya”.

Perikop ini hendak mengingatkan kita akan perbuatan baik dan benar, bahwa jika dalam hidup, kita selalu bertindak yang sesuai, maka kita akan mendapatkan kepercayaan dan dihargai. Berbeda jika kita acuh akan tugas yang diembankan maka pantaslah kita mendapatkan berbagai persoalan dan kebencian. Menjadi pertanyaan refleksi bagi kita, apakah kita sudah berbuat baik dan benar seperti seorang hamba yang jujur?

Penting bagi kita sebagai manusia yang beriman kepada Allah untuk meneladani hamba yang jujur. Kita semua tentunya ingin menjadi hamba yang setia dan bijaksana, namun bagaimana kita dapat menilai atau mengukur kesetiaan dan kebijaksanaan itu. Yesus Kristus mengajarkan kepada kita bagaimana mengerjakan tugas dari Allah dengan setia dan penuh tanggung jawab.

Seperti Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Korintus yang bersuka cita dan mengucap syukur kepada Allah atas jemaat di Korintus yang selalu melakukan dan melaksanakan ajaran-ajaran dari Allah. Bertindak jujur dan baik telah membawa perubahan hidup bagi mereka. Menarik dikatakan bahwa: “Ia juga akan meneguhkan kamu sampai pada kesudahannya, sehingga kamu tidak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus” (1Kor. 1:8). Penegasan Paulus ini hendak mengingatkan kepada jemaatnya di Korintus untuk tidak cemas dan gentar akan kehidupan yang sedang mereka alami, sebab Allah akan selalu memberikan yang terbaik pada hari yang dikehendaki-Nya. Oleh sebab itu marilah kita belajar dari seorang hamba yang baik yang selalu berbuat jujur dan bertanggung, sebab itulah yang Allah inginkan dari kita.

(Fr. Ubaldus Mandala Melsasail)

 “Sebab di dalam Dia kamu telah menjadi kaya dalam segala hal: dalam segala macam perkataan dan segala macam pengetahuan” (1 Kor. 1:5).

Marilah berdoa:

Tuhan, ajarilah kami untuk menjadi manusia yang baik di hadapan-Mu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini