“Kasih Yang Seperti Apa?”: Renungan, Kamis 9 September 2021

0
1645

Hari biasa (H)

BcE Kol. 3:12-17; Mzm. 150:1-2,3-4,5-6; Luk. 6:27- 38. BcO Hos. 2:2-23.

Saudara-saudari yang terkasih, dalam kehidupan ini ada begitu banyak polemik, pertikaian, kedengkian, iri hati, benci, bahkan dendam. Itu semua seakan-akan menjadi sesuatu yang dihidupi oleh sebagian orang, bahkan ada yang dengan sadar dan senang berbuat apa yang dihidupinya itu. Itu semua merupakan sikap dan tindakan yang melawan kasih.

Dalam bacaan pertama hari ini dilukiskan tentang manusia baru. Kita semua adalah orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya. Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa sebagai orang yang dikuduskan dan dikasihi oleh Allah, tanamkanlah di dalam diri belas kasihan, kemurahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Kenakanlah di dalam diri kita pakaian kasih.  Terus, kasih yang seperti apa? Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, ampunilah seorang terhadap yang lain dan hadirkan dalam diri damai sejahtera Kristus. Kasih itu mudah ditunjukkan, jika kita manusia menerima damai Kristus di dalam perkataan dan perbuatan sehari-hari.

Bacaan Injil hari ini melukiskan tentang pengajaran Kristus untuk mengasihi. Dalam Injil Yesus menunjukkan kepada kita ungkapan dan bentuk kasih yang luar biasa. Yesus mengatakan: kasihilah musuhmu, berbuat baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu. Yesus mengharapkan dalam diri kita tertanam kasih dan kasih itu diwujud-nyatakan bukan hanya kepada orang yang mengasihi kita tetapi juga kepada orang yang membenci kita. Perwujudan kasih itu ditunjukkan Yesus dengan rela menderita dan wafat di kayu salib. Di sini Yesus menunjukkan kasih yang tak terhingga bagi kita umat manusia, kasih yang tidak terbatas kepada mereka yang percaya dan mengasihi-Nya, tetapi juga kepada mereka yang tidak percaya dan membencinya.

Marilah kita hidup dalam kasih seperti yang diajarkan Yesus kepada kita. Kasih yang seperti apa? Itu semua berangkat dari kecintaan kita kepada Allah dan sesama. Itu semua tergantung diri kita jalan kasih seperti apa yang akan dibuat dalam kehidupan ini.

(Fr. Adri Montolalu)

 

“Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu” (Luk. 6:27).

 

Marilah berdoa:

Ya Allah, semoga aku mampu menjadi tanda kasih-Mu di tengah dunia ini. Amin.

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini