“Imanuel: Allah menyertai kita” Renungan, Rabu 8 September 2021

0
2470

Pesta Kelahiran SP Maria (P)

BcE Ml. 5:1-4a atau Rm. 8:28-30a. Kej. 3:9-20 atau Sir. 24:2-12, 16-22. Mat. 1:1-16, 18-23.

Saudara terkasih, hari ini merupakan Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria. Pesta yang mulia ini memberi kesadaran bagi seluruh umat beriman tentang peranan Bunda Maria dalam karya keselamatan Allah. Secara sederhana kita dapat mengerti bahwa Bunda Maria adalah ibu yang melahirkan Tuhan Yesus Kristus. Maka ia adalah ibu Gereja, ibu kita umat beriman. Lewat dirinya, kita memperoleh berkat dan penyertaan dari Allah, atas kehadiran Putera Allah sendiri.

Semuanya itu diperjelas dalam bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini. Dalam bacaan Injil, St. Yusuf menjadi saksi iman, bahwa bunda Maria adalah wanita perawan yang dipilih Allah untuk melahirkan Tuhan Yesus Kristus. St.Yusuf menjadi percaya bahwa Allah menyertai mereka dan tidak ragu untuk mengambil  Maria sebagai isterinya. Kemudian Bunda Maria juga menjadi teladan iman bagi seluruh umat manusia, berkat ketaatannya kepada Allah. Karena ketaatannya itu, Bunda Maria tidak saja mendapat gelar sebagai “Bunda Allah”, tetapi juga sebagai Hawa yang baru. Dialah yang menjadi ibu segala bangsa, menggantikan Hawa pertama yang jatuh dalam dosa. Dalam bacaan pertama Kejadian 3:9-20, Allah memutuskan hubungan-Nya dengan manusia.  Sebab manusia pertama itu telah melanggar perintah Allah dan jatuh dalam dosa.

Ketidaktaatan Hawa sebagai manusia pertama, kemudian dipulihkan oleh Bunda Maria. Sebab Maria dengan taat melakukan semua perintah Allah. “Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanmu itu” (Luk. 1:38). Maka kelahiran Bunda Maria telah menjadi tanda penyelamatan Allah. Lewat rahimnya, Putera Allah dilahirkan ke dunia untuk menyertai dan menyelamatkan dunia.

Sesungguhnya semua itu menunjukkan bahwa Allah sangat mencintai dan tetap menyertai umat manusia. Maria yang telah dipersiapkan untuk melahirkan Yesus Kristus, Penyelamat dunia adalah bukti bahwa kasih Allah sangat besar, tak ada batas. Manusialah yang memutuskan hubungan dengan Allah karena jatuh dalam dosa. Tetapi Allah tetap menyertai manusia dengan mempersiapkan seorang wanita perawan dan suci bagi pemenuhan karya keselamatan-Nya (bdk. Mat. 1:23).

(Fr. Phedy Huklubuk)

“Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imnuel”

(Mat. 1:23).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, sertailah hidup kami dalam suka maupun duka. Mampukanlah kami untuk tetap taat kepada-Mu. Amin.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini