“Iman dan Kepercayaan”: Renungan, Sabtu 7 Agustus 2021

0
2149

Hari Biasa (H)

Ul. 6:4-13; Mzm. 18:2-3a,3bc-4,47,51ab; Mat. 17:14-20

Dalam hidup kita terlebih khusus di setiap kegiatan pelayanan di Gereja, segala sesuatu kita lakukan atau perbuat dengan harapan supaya dapat memperoleh sesuatu yang dapat memberikan kebahagiaan dalam hidup kita. Tetapi kadangkala pasti ada saja yang namanya ketidakpuasan serta perasaan bahwa ada sesuatu yang salah. Misalnya, saya berbuat hal-hal yang baik dalam melayani, entah memberikan waktu dan tenaga, namun belum ada hasilnya. Atau, kita melihat ada sesuatu yang kurang di lingkungan kita misalnya ada orang yang jarang ke gereja padahal banyak orang sudah mengajaknya untuk pergi gereja, namun ajakan tersebut tidak dapat membaharui dirinya. Pastinya hal tersebut membuat banyak di antara orang-orang seperti ini menjadi lemah imannya dan bahkan ada yang secara perlahan mulai tidak percaya dan pada akhirnya meninggalkan Kristus.

Melalui bacaan Injil hari ini kita diajak untuk selalu percaya kepada kuasa Allah. Yesus ketika menyembuhkan seorang anak yang sakit ayan, Ia berkata “hai kamu angkatan yang kurang percaya”. Ini artinya bahwa masih banyak keraguan dalam diri semua orang yang mengikuti Yesus saat itu. Apa yang dialami oleh orang-orang saat itu tidak jauh berbeda dengan kehidupan kita umat beriman saat ini. Tentunya kita semua menyadari bahwa sebagai orang beriman kita seharusnya mempercayai Tuhan dalam setiap aspek kehidupan yang kita jalani setiap hari. Tetapi keadaan yang sering kita hadapi terkadang mendatangkan keraguan tersendiri bagi kita. Kita bahkan mulai mempertanyakan tentang kuasa Tuhan itu. Banyak di antara kita mulai “kurang percaya”, maka timbullah rasa keragu-raguan akibat kurang percaya pada rahmat dan kuasa Tuhan tersebut.

Iman yang berkurang ini dimulai bukan dengan tindakan tetapi dengan pemikiran dan fokus kita yang salah. Karena itu, jika kita ingin meningkatkan kepercayaan kita kepada Allah, kita harus mengisi pikiran kita dengan kebenaran Kitab Suci. Kemampuan kita untuk melihat hal demikian pada akhirnya akan membantu kita untuk memperbaharui dan memperkaya iman kita kepada Yesus sendiri. Melalui firman yang kita baca atau kita dengar, kita akan beroleh kekuatan dan iman untuk dapat menghadapi masalah dan persoalan hidup kita sehari-hari. Marilah kita menaruh iman dan kepercayaan kita pada Yesus Kristus, sumber hidup kita.

(Fr. Lino Wara).

“Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi, kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, – maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu” (Mat. 17:20).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, tambahkanlah selalu iman kami. Amin.

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini