Hari Senin Dalam Pekan Suci (U)
Yes. 42:17; Mzm. 27:1,2,3,13-14; Yoh. 12:1-11.
Menjadi pelayan Kristus merupakan sesuatu yang sangat menyenangkan sekaligus mengerikan. Mengapa mengerikan? Karena tidak semudah ketika berjalan di jalan yang lurus. Mengikuti kristus dapat diibaratkan seperti burung rajawali. Burung rajawali adalah burung yang mampu menembus hujan badai. Begitu juga dengan kita sebagai pengikut Kristus. Untuk bisa sepenuhnya mengikuti Kristus maka harus siap menghadapi badai kehidupan.
Bacaan pertama mengisahkan tentang Allah memberikan penguatan kepada setiap orang yang mau mengikuti-Nya. Dalam hal ini, Allah mau meyakinkan untuk percaya dan tidak takut ketika berhadapan dengan apapun termasuk badai kehidupan. Allah memberi jaminan untuk siapa saja yang mau percaya dan mengikutinya pasti akan diberi rahmat kekuatan. Allah tidak akan membiarkan orang yang dipilihnya berada dalam maut, melainkan mengangkatnya dari hukuman dan mengeluarkan orang-orang dari dalam kegelapan. Jika Allah sudah mengatakan seperti itu, apa yang harus kita lakukan? Cukup satu hal, yakni berdiri tegak dalam suatu kepercayaan yang penuh kepada-Nya.
Bacaan injil juga menunjukkan bagaimana seharusnya kita bertindak apabila benar-benar ingin mengikuti Kristus. Tindakan Maria yang mengambil minyak narwastu murni yang sangat mahal dan meminyaki kaki Yesus, kiranya dapat menjadi contoh bagi kita. Dari tindakan Maria itu kita hendaknya belajar bahwa dalam mengikuti Yesus kita tidak boleh setengah-setengah atau pilih-pilih. Melainkan harus sepenuhnya, memberikan apa yang paling berharga dalam hidup kita.
Apa yang paling berharga dalam hidup kita? Itulah hati kita. Berilah hati kita sepenuhnya, dan kita akan memperoleh balasan yaitu hidup kekal di surga. Hal lain yang juga mau dikatakan dalam injil hari ini yaitu, kita harus siap seperti Lazarus. Bahwa dalam mengikuti Kristus kita harus siap untuk dijauhi bahkan di benci oleh orang yang tidak suka kepada Kristus. Inilah merupakan konsekuensi yang perlu kita terima. Namun bacaan pertama menguatkan kita agar tidak takut, karena Allah tidak akan meninggalkan anak-anaknya.
Maka dari itu, saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus, marilah kita berbenah diri, dan melihat ke dalam hati kita, apakah kita sudah siap menghadapi badai kehidupan. Dengan percaya kepada Kristus, kita akan di jadikan kuat seperti Burung Rajawali.
(Fr. Randy Tirukan)
“ Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu“ (Yoh12:8)
Marilah Berdoa:
Tuhan ubahlah aku menjadi kuat seperti rajawali, yang mampu menembus badai Kehidupan. Amin











