“Satu Pertanyaan Penting”: Renungan, Minggu 16 September 2018

0
2243

HM Biasa XXIV (H)

Yes. 50:5-9a; Mzm. 116:1-2,3-4,5-6,8-9; Yak. 2:14-18; Mrk. 8:27-35.

 

Yesus menanyakan pengenalan para murid-Nya akan Dia.

Anak-anak ingin mengenal orang tuanya. Orang tua ingin mengenal anak-anaknya. Peserta seminar ingin mengenal siapa narasumber seminar yang diikutinya. Seorang gadis ingin mengenal pemuda yang melakukan pendekatan terhadap dirinya. Setiap murid ingin mengenal siapa gurunya.

Pengalaman para murid bersama Yesus membuat mereka mengenal Yesus. Mendengar sabda Yesus membuat para murid mengenal apa yang diajarkan-Nya. Melihat apa yang dibuat Yesus membuat para murid mengenal perbuatan-perbuatan-Nya. Semuanya mengantar para murid untuk semakin mengenal Yesus.

Banyak kali kita berpikir bahwa bila seorang guru bertanya apakah para murid mengenalnya, hal itu untuk kepentingan guru itu demi mendapat informasi apakah dia dikenal murid-muridnya atau tidak. Begitu pula kita berpikir bahwa Yesus bertanya kepada para murid-Nya tentang pengenalan mereka akan diri-Nya supaya Dia dapat mengukur pengenalan mereka tentang diri-Nya. Tetapi sesungguhnya bukanlah demikian.

Pertanyaan Yesus tentang siapakah diri-Nya menurut para murid justeru dimaksudkan untuk mengajak para murid agar mereka melihat seluruh pengenalan dan pengalaman mereka tentang Dia. Mereka justeru diajak untuk mengumpulkan apa yang mereka dengar, termasuk dari orang lain, dan apa yang mereka lihat. Mereka justeru didorong untuk melakukan perjalanan ke dalam pengalaman pribadi mereka, ke dalam diri mereka.

Pertanyaan Yesus justeru berguna bagi para murid untuk menguji sejauh mana dan sedalam bagaimana mereka mengenal Yesus. Mereka didorong untuk menggemakan pertanyaan itu bagi diri mereka sendiri: siapakah Yesus yang kukenal?

Yesus juga menanyakan pengenalan kita akan Dia. Yesus bertanya tentang siapakah diri-Nya bukan untuk kepentingan diri-Nya, tetapi untuk kepentingan kita. Karena pertanyaan ini membantu kita untuk menelusuri pengalaman hidup beriman kita sebagai murid Yesus.

Oleh karena itu, sediakanlah waktu untuk bertanya siapakah Yesus menurut pengalaman hidup beriman kita. Pertanyaan ini akan membantu kita untuk mendapatkan pengenalan yang benar dan teruji tentang Yesus. Dan pengenalan yang benar dan teruji ini akan menjadi sumber kekuatan iman dalam kehidupan kita.

Yesus menanyakan pengenalan para murid akan Dia. Bukan untuk kepentingan-Nya, tapi untuk kepentingan kita, para murid-Nya. Barangsiapa mengenal Yesus dengan benar akan kuat menghadapi cobaan, tabah berjalan dalam kesulitan, dan tetap bersukacita dalam pergumulan hidup.

 (Pst. Ventje Felix Runtulalo, Pr)

 

“Ia bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?”” (Mrk. 8:29)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan Yesus, terangilah aku dengan terang kebijaksanaan-Mu, agar aku semakin mengenal Engkau. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini