“No Hoax”: Renungan, 12 Maret 2018

0
3180

Zaman sekarang segala sesuatu harus bisa dibuktikan. Apalagi, jika berhubungan dengan berita yang ada di “Medsos”. Hoax! Itulah kata yang sering kita dengar ketika suatu berita dianggap tidak mengandung kebenaran. Viralnya pemberitaan yang tidak benar dan seringkali mengusik ini, membuat orang semakin waspada dan mulai menjaga jarak dengan berbagai hal yang belum ada bukti yang jelas.

Bacaan Injil hari ini menunjukkan suatu fenomena dalam kehidupan orang-orang zaman Yesus. Yesus berkata “Jika kamu tidak melihat tanda dan mukjizat, kamu tidak percaya”. Perkataan Yesus ini hendak menggambarkan bahwa orang-orang di zaman-Nya sudah mempraktekan hoax. Mereka tidak mudah percaya kepada pewartaan Yesus sebagai Putera Allah, sebelum menyaksikan sendiri setiap tanda  dan mukjizat yang dilakukan oleh Yesus. Sikap yang ditunjukkan oleh orang-orang tersebut tentulah baik di satu sisi. Mereka mengedepankan sikap kritis. Artinya tidak mudah percaya terhadap suatu pemberitaan. Dan rupanya itu menjadi salah satu sikap penting yang harus dimiliki orang saat ini. Akan tetapi dalam hidup keberimanan tentulah sikap tersebut tidaklah cocok. Salah satu keutamaan sebagai orang beriman adalah sikap percaya. Sikap percaya menjadi fondasi bangunan keberimanan seseorang.

Bacaan Injil hari ini mengajarkan kepada kita bahwa sikap percaya adalah jalan menuju keselamatan. Sikap percaya mencerminkan sikap pasrah dan percaya secara total kepada kehendak Allah. Sikap inilah yang persis ditunjukkan oleh pegawai istana. Pertama, dia dengan kepasrahan diri datang kepada Yesus dan memohon agar supaya anaknya, yang sedang sakit, disembuhkan. Kedua, ia percaya akan apa yang Yesus katakan “pergilah, anakmu hidup”. Dua sikap inilah yang dituntut dalam hidup keberimanan seseorang. Sikap pasrah dan percaya membuka ruang bagi karya keselamatan Allah dalam kehidupan manusia. Sikap ragu dan tidak mau percaya hanya akan membawa kita pada keputusasaan. Sikap ragu dan tidak mau percaya hanya akan membutakan mata kita pada rencana dan kuasa Allah. Satu hal yang pasti, bagi kita orang beriman, adalah bahwa peristiwa penebusan yang dibawa oleh Yesus, yang berpuncak di Salib Golgota, bukanlah hoax. Itulah berita kebenaran yang sampai sekarang terus diberitakan dan diwartakan. Barang siapa percaya, kepada merekalah kehidupan kekal diberikan. Belajarlah untuk percaya kepada- Nya walaupun kita tidak melihat langsung tanda dan mukjizat yang dilakukan oleh Tuhan. Sebab dengan iman, apapun yang kita mohonkan pasti dikabulkan.

(Fr. Johanis Raharusun)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini