Pemberi semangat

0
1864

Ketika liburan natal dan tahun baru 2019-2020 saya berlibur di salah satu stasi dari paroki St. Yohanes Penginjil Laikit. Pada saat itu saya baru tingakat II atau disebut minor I. Selama liburan ini saya berusaha untuk menyesuaikan diri dengan umat dan berusaha menikmati liburan ini bersama umat dengan penuh sukacita. Selama liburan ini saya melihat umat sangat menghormati dan menghargai setiap imam atau calon imam yang datang ke stasi mereka dan betapa besarnya kerinduan mereka untuk mengikuti perayaan Ekaristi. Sehingga ketika imam memimpin Perayaan Ekaristi atau calon imam yang memimpin perayaan sabda terdapat suasana yang berbeda yang terpancar dari muka mereka. Dengan demikian mereka sangat menghargai kedatangan imam dan calon imam sebagai bentuk kehadiran Tuhan di tengah-tengah kehidupan mereka.

Ketika saya berlibur di stasi tersebut saya diminta untuk memimpin ibadah sabda natal bersama OMK. Pada saat itu saya belum siap dan tidak mempunyai buku panduan untuk memimpin ibadah sabda tersebut. Namun lewat bantuan teman frater saya pun memperoleh buku untuk memimpin ibadah natal bersama tersebut. Hal yang hendak menunjukkan bahwa kehadiran seorang calon imam di tengah umat membangkitkan suasana yang berbeda dimana calon imam merupakan calon pemimpin. Disini saya berefleksi, betapa besar kerinduan umat untuk mengikuti perayaan ekaristi yang dipimpin oleh imam maupun ibadah sabda yang dipimpin oleh frater.

Kerinduan di atas hendak menunjukkan pula harapan besar dari umat agar setiap calon imam dapat menjadi imam. Pengalaman ini mendorong saya untuk berefleksi mengenai panggilan saya selama ini. Apakah saya sudah menjadi calon imam yang baik? Apakah saya nantinya akan menjadi imam? pertanyaan-pertanyaan seperti ini muncul melalui pengalaman saya ketika berada di tengah-tengah umat. Menjadi seorang imam bukanlah hal yang mudah oleh karena itu pengalaman yang saya dapatkan di tengah umat mendorong saya untuk terus memurnikan panggilan suci ini dan melihat kembali motivasi awal saya yang berkobar-kobar.

Harapan, dukungan dan doa dari umat membuat saya tetap setia menjalani panggilan ini. Pengalaman yang saya temukan di tengah umat menghantar saya untuk tetap setia dalam panggilan. Kesetiaan membuat saya bisa menjalani proses pembinaan di seminari. Semoga harapan, dukungan dan doa dari umat membuat saya tetap setia dan selalu mengingatkan saya akan panggilan suci yang sementara saya jalani ini.

(Fr. Petrus Ndemu)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini