Refleksi: ”Hidup Bersama Tuhan”

0
5908

Dalam perjalanan panggilan hidup sebagai seorang frater, banyak pengalaman yang  menyentuh hati saya. Dari pengalaman-pengalaman itu, saya belajar banyak hal. Pengalaman-pengalaman itu membantu saya membentuk kepribadian saya menjadi lebih baik. Satu pengalaman yang mengubah hidup saya ialah ketika saya harus meninggalkan kehidupan di dunia luar dan masuk seminari, tempat dimana para calon imam dibina.

Gaya hidup saya diubah di tempat ini. Saya harus meninggalkan teman-teman lama, rumah dan terutama saya harus meninggalkan keluarga. Gaya hidup bebas di luar seperti, jalan-jalan, makan bakso,tidur-tiduran, bermain dengan teman-teman, harus ditinggalkan dan diubah oleh gaya hidup yang baru. Keinginan-keinginan duniawi yang harus dipenuhi kini dibatasi. Kemauan-kemauan untuk melakukan apa saja, kini dibatasi dengan aturan-aturan yang harus ditaati di seminari. Hidup doa, belajar, dan bekerja adalah beberapa aktifitas dari sekian banyak aktifitas yang harus saya jalani dalam pembinaan. Tetapi saya percaya bahwa semua itu adalah cara untuk melatih saya menjadi orang yang lebih baik. Dari kegiatan-kegiatan itu, saya bisa mengenal diri saya lebih jauh. Dan bukan hanya mengenal diri saya, terlebih lagi saya tahu bahwa Tuhan bekerja dan ada dalam diri saya.

Saya belajar bahwa cara terbaik menemukan Tuhan dalam diri kita adalah dengan hidup doa. Keheningan doa membantu kita memahami, merasakan dan mengalami kehadiran Tuhan dalam hati kita. Doa membawa saya dalam ketenangan hati yang belum pernah saya alami ketika hidup diluar. Ketenangan itu membantu saya menemukan pribadi saya jauh dalam hati terdalam, terutama menemukan Tuhan dalam hati saya. Rasa sakit, pusing karena pekerjaan, perasaan-perasaan yang menggangu dalam hidup, semuanya diserahkan kepada Tuhan. Dan benar bahwa Tuhan mencintai saya. Dia selalu memberikan yang terbaik bagi saya.

Saya belajar bahwa Tuhan selalu ada kapanpun dan dimanapun kita berada. Tuhan hadir dalam diri orang-orang di sekitar kita. Teman-teman, pastor, karyawan-karyawati. Mereka memberikan dukungan dan bahkan kebahagiaan dalam diri saya. Canda dan tawa yang mereka bagikan, menciptakan suasana yang harmonis. Hidup bersama Tuhan adalah hal terindah dalam hidup.

Mengikuti Tuhan memang tidaklah mudah. Kita harus mengorbankan banyak hal. Tetapi saya percaya bahwa Tuhan selalu memberikan yang terbaik bagi kita nantinya. Tuhan tahu kapan dan saatnya kita bahagia. Bukan hanya kebahagiaan duniawi yang Ia janjikan melainkan kebahagiaan sejati bersama Bapa dalam Kerajaan Surga. Bagi saya, mengikuti Tuhan adalah kebahagiaan terbesar dalam hidup.

(Fr. Farliando Andi Bambi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini