“Ketaatan Untuk Melayani Tuhan”: Renungan, Jumat 23 Desember 2022

0
1193

Hari Biasa Khusus Adven (U)

BcE Mal. 3:1-4; 4:5-6; Mzm. 25:4bc-5ab,8-9,10,14; Luk. 1:57-66

Saat ini umat Katolik sedang menyiapkan diri untuk menyambut kedatangan Tuhan Yesus Kristus. Dalam tradisi Kekristenan, peristiwa kelahiran Yesus dikenal dengan sebutan Natal. Bacaan-bacaan kitab suci hari ini mengajak kita untuk belajar tentang ketaatan dari sebuah keluarga dalam memenuhi panggilannya bagi Tuhan.

Injil hari ini mengisahkan tentang kelahiran Yohanes Pembaptis. Yohanes lahir dari doa ayah dan ibunya yakni Zakaria dan Elisabet. Elisabet sudah lanjut usia dan juga mandul, sehingga mustahil baginya untuk melahirkan seorang anak. Namun karena kuasa Tuhan, Elisabet mendapatkan berita bahwa ia akan melahirkan seorang anak. Hal ini justru membuat Zakaria kurang percaya dan menertawakan kabar itu, akibatnya ia menjadi bisu. Selain itu nama anak itu tidak sesuai dengan nama keluarganya, karena pada mulanya ia sudah diberi nama oleh Tuhan yakni Yohanes, sehingga membuat orang-orang di sekitarnya bertanya “kelak anak ini akan menjadi apa? Sebab tangan Tuhan menyertai dia”. Dalam bacaan pertama dikisahkan tentang Tuhan yang mengutus Nabi Elia untuk mempertobatkan orang-orang Israel agar kembali ke jalan dan ketetapan Tuhan, agar  mereka mampu bertahan pada saat kedatangan hari Tuhan yang besar dan dasyat.

Dapat dilihat bahwa perutusan kedua pribadi ini kurang lebih sama. Kedua nabi ini mendapat perutusan yang sama dari Tuhan yakni mempersiapkan jalan bagi kedatangan Tuhan. Yohanes dan Nabi Elia menunjukkan sikap ketaatan dan kesetiaan yang sangat besar untuk melaksanakan semua kehendak Tuhan. Jika tanpa ketaatan pastilah Nabi Elia maupun Yohanes sudah meninggalkan dan mengabaikan perintah Tuhan untuk mempersiapkan jalan serta membawa kembali orang Israel ke jalan yang benar.

Dalam masa-masa penantian ini, kita sebagai umat Kristiani diajak untuk mempersiapkan diri dan hati, untuk menyongsong kedatangan Tuhan Yesus Kristus. Semua itu dapat terjadi jika kita memiliki sikap  taat dalam diri seperti Nabi Elia dan Yohanes Pembaptis, sehingga kita juga mampu membawa saudara-saudara kita yang tersesat ke jalan yang dikehendaki Tuhan. Pertanyaannya, sudahkah kita taat dalam menjalankan perintah Tuhan dalam hidup?  Semoga kisah kedua Nabi ini mengingatkan kita agar hidup dalam ketaatan kepada Allah, secara khusus dalam menyambut dan menerima Tuhan Yesus Kristus dalam hidup kita.

(Fr. Paternus Wee)

“Lihat, Aku menyuruh utusanku, supaya ia mempersiapkan jalan dihadapanku.” (Mat. 3:1).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, ajarilah kami untuk lebih mematuhi kehendak-Mu dalam kehidupan kami sehari-hari. Amin

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini