Hari Biasa Khusus Adven (U)
BcE 1 Sam. 11:24-28; MT 1 Sam. 2:1,4-5,6-7, 8abcd; Luk. 1:46-56
Dalam menjalani kehidupan sehari-hari tentunya tidak jarang kita diperhadapkan dengan berbagai peristiwa yang menyenangkan dan juga yang menyedihkan. Hal ini dapat disebabkan oleh diri kita sendiri tetapi juga dapat disebabkan oleh orang lain. Ketika kita dilanda berbagai macam cobaan yang sangat menyulitkan, tak jarang kita berpikir bahwa Allah tidak ada bersama dengan kita atau tidak mengindahkan segala doa dan permintaan kita. Sebaliknya ketika kita berada dalam suasana hati yang menyenangkan, kita akan berpikir bahwa Allah selalu menyertai dan memberkati kehidupan kita. Intinya adalah kita sebagai manusia yang telah dipanggil oleh Allah, telah mendapat karunia khusus dengan segala talenta yang kita miliki, untuk ambil bagian dalam mewartakan kerajaan Allah kepada sesama. Kita sebagai murid-Nya harus tahu dan sadar dengan benar bahwa Allah senantiasa berada bersama kita dalam menjalankan kehidupan kita sehari-hari.
Injil hari ini menjadi contoh yang baik bagi kita, dalam melihat dan merefleksikan tanggapan kita terhadap segala karya Allah. Bunda Maria menyanyikan pujian kepada Allah atas segala karya dan tugas yang dipercayakan kepada-Nya. Nyanyian pujian tersebut menjadi ungkapan iman dan rasa syukur yang begitu besar dari Maria, karena mendapat kesempatan untuk mengandung juruselamat manusia. Hal yang serupa digambarkan pula dalam bacaan pertama yakni seorang ibu yang begitu menantikan seorang anak dalam kehidupannya. Namun setelah memiliki seorang anak, ia justru menyerahkan anaknya kepada Tuhan. Hal ini dibuatnya karena ia sadar dengan penuh iman bahwa anaknya merupakan pemberian dari Tuhan sendiri.
Hari ini kita diingatkan kembali tentang dua hal yang amat penting dalam menjalani kehidupan. Yang pertama yakni penyerahan diri seutuhnya kepada penyelenggaraan ilahi, karena Allah lebih mengetahui yang terbaik bagi manusia daripada manusia itu sendiri. Yang kedua adalah senantiasa berdoa dan mengucap syukur atas segala yang kita alami, karena segala hal yang dilalui, baik suka maupun duka, menjadi modal bagi kita dalam mengembangkan iman kita hingga akhirnya iman tersebut dapat berbuah manis.
(Fr. Albertus Solang)
“Sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia” (Luk. 1:48).
Marilah berdoa:
Ya Allah, semoga kami menjadi orang yang senantiasa bersyukur, dalam menjalani kehidupan kami sehari-hari. Amin











