“Rumah Batiniah”: Renungan, Sabtu 24 Desember 2022

0
800

Hari Biasa Khusus Adven (U)

BcE Yes. 62:1-5; Mzm. 89:4-5, 16-17, 27, 29; Kis. 13: 16-17, 22-25; Mat. 1: 1-25

Syukur merupakan wujud iman yang pantas dan wajar kita berikan kepada Allah, karena Ia sungguh memberi anugerah keselamatan. Allah tidak pernah tinggal diam melihat umat-Nya berada dalam penderitaan. Hal inilah yang ditegaskan oleh nabi Yesaya saat menjumpai orang Israel dalam keputusasaan karena penghancuran kota Yerusalem. Yesaya menawarkan bahwa Allah akan mengambil umat-Nya yang telah terperosok dalam kenistaan dan menjalin hubungan yang baru. Umat yang bersedia menerima tawaran itu, akan menemukan kegirangan yang mendalam. Ia tidak akan putus asa dan selalu percaya diri dalam menghadapi kesulitan hidup, karena ia bukan lagi berjalan sendiri melainkan berjalan bersama Allah.

Hal yang dinubuatkan nabi Yesaya mendapat pemenuhannya dalam diri Yesus Kristus. Hal ini menyatakan bahwa janji Allah untuk menyelamatkan umat manusia tidak pernah Ia ingkari. Kedatangan Yesus ke dunia menunjukkan kesetiaan Allah pada janji-janjiNya. Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya untuk menyelamatkan manusia dan tidak ada yang dapat menggagalkan rencana-Nya. Janji Allah itu mengalami kepenuhannya dalam diri Yesus Kristus, sang Mesias yang menderita, wafat dan bangkit. Karena itu, kita sebagai umat beriman yang percaya akan kehadiran Allah, diajak untuk ikut serta menghadirkan keselamatan dengan melakukan perbuatan-perbuatan baik.

Dalam menyambut kelahiran Yesus, sering kita disibukkan dengan berbagai persiapan fisik, misalnya dekorasi, acara yang meriah dan lain sebagainya. Hal ini disebabkan karena kelahiran Yesus hanya dipandang sebagai kelahiran seorang anak yang tidak disertakan dengan sebuah semangat rohani. Yang terpenting dalam menyambut kelahiran yesus yakni sebuah persiapan batiniah, berupa palungan hati yang murni dan bersih untuk menjadi tempat dimana Yesus berbaring dan tinggal.

Maka pertobatan melalui sakramen rekonsiliasi, amal terhadap sesama, serta sebuah pembaharuan diri di dalam Tuhan, merupakan hal yang harus kita lakukan dalam menyambut bayi Yesus Sang Juruselamat kita yang lahir untuk menebus dosa dunia. Allah tidak membutuhkan hal duniawi untuk menempatkan putera-Nya. Yang Allah butuhkan ialah rumah batiniah yang bersih dan murni, sebab Ia ingin membangun kerajaan-Nya yang makmur dan sejahtera di dalam diri manusia agar memancar keluar lewat perbuatan, pikiran dan tutur kata manusia itu sendiri.

(Fr. Eman Paji Sopa)

“Aku akan memelihara kasih setia-Ku bagi dia untuk selama-lamanya” (Mzm. 89:29).

Marilah berdoa:

Tuhan, Yesus datang dan tinggallah dalam palungan hati kami. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini