Refleksi: Bunda Maria, Bunda Kita Semua

0
5810

Bunda Maria merupakan figur Putri Yerusalem atau Putri Sion. Bunda Maria dengan seluruh kepenuhan hatinya menerima tugas yang amat mulia untuk melahirkan Yesus Sang Mesias bagi keselamatan manusia yang akan lahir di Betlehem. Itulah sebabnya Yerusalem patut bersukacita untuk menyambut sang penyelamat tersebut. Figur Maria sebagai Putri Sion adalah teladan bagi kita untuk bisa menerima dan menjalankan serta merenungkan Sabda Allah. Maka Bunda Maria adalah Bunda Gereja dan Bunda bagi kita semua untuk membantu dan mendoakan kita menuju pada Yesus sang Penyelamat.

Dalam kehidupan ini saya sebagai orang Katolik saya sangat menghormati dan mengagungkan peran Bunda Maria dalam sejarah keselamatan yang telah ditetapkan Allah. Saya percaya dan juga sering berdoa dengan perantaraan Bunda Maria, semua permohonanku akan dihantar olehnya menuju pada Yesus Sang Penyelamat. Saat saya dalam keadaan terpuruk saya selalu meminta bimbingan dari sang Bunda, agar saya bisa setia menjalankan tugas dan tanggung jawab saya.

Saya percaya Bunda Maria tidak hanya membantu atau mendoakan saya saja atau hanya orang-orang Katolik saja. Bunda Maria selalu terbuka dengan siapa saja terutama bagi mereka yang percaya dan berdoa meminta perantaraannya. Mengapa? Menurut saya karena Bunda Maria adalah seorang ibu, dan hati seorang ibu akan selalu peduli dan peka dengan anak-anaknya. Kita semua adalah anak-anaknya, sebab Allah telah menjadikan Bunda Maria sebagai Bunda Gereja yang selalu membimbing umat beriman menuju pada Yesus untuk memperoleh keselamatan.

Hal yang sangat saya kagumi dari Bunda Maria adalah keteladanannya dan kesetiaannya dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Itulah hal yang juga saya harus teladani dari sang Bunda dalam kehidupan ini. Kadang kala saya sering kali lalai dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab saya atau hanya dengan setengah hati saja dalam menjalankannya. Untuk itu, ketika perasaan dan situasi itu muncul saya mencoba untuk berdoa kepada sang Bunda untuk meminta bimbingannya dalam meneguhkan kembali semangat saya terutama bekerja untuk Kemuliaan Allah.

Saya sebagai seorang calon imam selalu berharap semoga dalam kehidupan sehari-hari saya bisa seperti sang Bunda yang dengan kerelaan hatinya dan penuh kesetiaannya dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

 (Fr. Exel Lorinanto)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini