Keheningan, apakah sekadar tindakan tak bersuara, suasana sepi, diam bahkan tak melakukan sesuatu pun. Hening sering diidentikkan sebagai sebuah sikap tenang dan kondisi dimana seseorang merasa diri-Nya dekat dengan pihak yang mengenal dan tahu semua apa yang dia rasakan, pikirkan bahkan yang menjadi beban hidupnya. Oleh sebab itu dalam keheningan senantiasa orang memperoleh inspirasi, solusi bahkan sukacita. Sebab dia mengheningkan dirinya demi dekat dengan Tuhan melalui doa. Itulah mengapa keheningan lebih pantas disebut sebagai kesempatan untuk menyembuhkan diri kita. Keheningan seakan-akan menjadi sebuah penawar racun bagi diri manusia yang sedang dimabuk persoalan hidup. Juga oleh keramaian yang hampa sehingga membuat manusia jauh dari pengenalan dirinya yang sebenarnya sedang membutuhkan obat.
Yang menjadi pertanyaan refleksi adalah apakah keheningan itu menyembuhkan? Saya kemudian teringat akan apa yang dialami selama ini dalam kehidupan berasrama. Ketika saya duduk di bangku SMP Seminari Santo Yohanes Maria Vianney Saumlaki, kesulitan terbesar adalah diam dalam jangka waktu beberapa menit, hal ini disebabkan adanya bawahan sejak kecil, sehingga menjadi sebuah beban dalam menghadapi panggilan di seminari. Awalnya keheningan itu merupakan sesuatu yang menjadi sebuua aturan yang hendak memaksakan saya dan teman-teman untuk menjalankan semua itu. Namun berjalannya waktu saya sadar bahwa dengan hening, ada banyak hal baru yang tentu menjadi pertanyaan dan juga jawaban. Hal ini mulai muncul ketika Kakak saya meninggal. Saat itulah hal yang selalu saya lakukan adalah selalu bertanya, apa yang Tuhan rencanakan dalam kehidupan ini? Untuk mencoba terlarut dalam keheningan, membuka hati saya untuk maju menjadi pribadi yang kuat untuk kelak menjadi imam bagi Gereja.
Kesaksian, itu tentunya didapatkan dalam kehidupan setiap orang. Itulah makna keheningan bagi saya. Semua orang mempunyai latar belakang dan sudut pandang dalam menjalankan kehidupan masing-masing. Keheningan yang menyembuhkan, itu sudah saya rasakan dan bagaimana saya disembuhkan ketika masuk dalam keheningan. Lebih baik mencoba sesuatu, karena akan dapat membawa banyak makna hidup dalam dirimu. Apabila anda akan cenderung ragu-ragu untuk mencoba, maka anda akan kehilangan momen-momen berharga. Untuk itu, dengan hasil refleksi ini, hendak membuka wawasan dari kaum milenial sekarang yang sering hidup dalam keramaian. Keheningan akan menyembuhkan kita dari berbagai hal baik itu suka maupun duka. Nah, hal itu akan berjalan dengan baik apabila kita sadar akan apa yang kita lakukan dan apa tujuan kita menjalani kehidupan ini. Karena keheningan adalah jalan mencapai kehidupan yang lebih baik.
Ramai itu memang menyenangkan dan menggembirakan. Namun hening lebih menenangkan jiwa.
(Fr. Arnoldus Janssen Buarlely)











