Refleksi: “Jalan Penuh Misteri”

0
1896

Menjalani panggilan Tuhan bagi saya seperti berjalan di lorong yang gelap tanpa menggunakan senter. Saya tidak tahu apa yang ada di depan, namun saya terus berjalan. Dalam posisi seperti ini, modal awal yang diperlukan adalah kepercayaan. Saya tidak tahu apa yang ada di depan, karena saya tidak bisa melihat apapun yang ada di depan saya. Namun saya percaya bahwa saya tidak akan jatuh ataupun menabrak.

Jujur saja bahwa dalam menjalani panggilan ini, awalnya saya berjalan dengan insting. Keterbatasan untuk melihat apa yang ada di depan saya, membuat saya sulit untuk menentukan apa yang harus dilakukan. Jadi saya menggunakan insting, misalnya untuk mengetahui bahwa di depan ada lubang penuh cobaan. Jika saya jatuh ke dalamnya maka saya tak dapat keluar lagi. Maka dengan insting saya tahu bahwa saya harus melompat agar bisa lolos dari cobaan.

Namun saya kemudian sadar bahwa insting saya tidak selamanya benar. Maka saya berusaha mencari cara untuk bisa mengetahui apa yang ada di depan saya. Saya kemudian teringat bahwa, Tuhanlah yang memanggil saya mengikutinya. Pasti Ia tidak meninggalkan saya. Ia pasti berjalan di dekat saya. Maka saya harus menyerahkan diri saya untuk dituntun-Nya. Sehingga saya harus membangun komunikasi yang baik dengan-Nya.

Satu-satunya jalan untuk berkomunikasi dengan-Nya yaitu doa. Jadi sebagai seorang yang dipanggil Tuhan saya harus rajin berdoa. Hal ini dikarenakan dalam doalah Tuhan mau menunjukkan apa yang ada di depan saya. Sehingga meskipun dalan kegelapan, saya bisa tahu kapan saya harus melompat, kapan saya harus merunduk untuk menghindari rintangan di jalan panggilan ini.

Sampai saat ini, saya sadar bahwa terkadang saya kurang berkomunikasi dengan-Nya. Akibatnya saya sering menabrak dan sering jatuh saat menjalani panggilan Tuhan ini. Beruntung, saya masih jatuh di lubang yang kecil di mana saya masih bisa keluar dan berdiri lagi.

Dari pengalaman ini saya sadar akan satu hal. Ketika kita berjalan sendiri, kita tidak akan sanggup. Di sanalah banyak masalah dapat terjadi, banyak tantangan datang menghadang. Dalam keadaan seperti ini, mengandalkan Tuhan adalah pilihan terbaik. Tuhan pasti akan menuntun kita melewati lorong gelap dalam perjalanan hidup kita, sampai kita bisa melihat terang keberhasilan.

(Fr. Gabriel Billy Runtu)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini