Refleksi: “Laudato Si”

0
3614

Manusia tak dapat dipisahkan dari alam. Sebab alam menyediakan segalanya bagi setiap insan kehidupan yang ada di dunia ini. Kita tak dapat hidup tanpa alam. Alam ibaratnya nafas alami dari manusia, dan jika itu hilang maka punahlah manusia. Alam membuat hidup manusia seperti taman yang berbunga, yang memancarkan keindahan yang tak tertandingi. Keindahan inilah membuat hidup manusia lebih berarti. Alam menjadi sahabat yang baik untuk manusia. Tuhan memberikan alam kepada manusia untuk menjadi teman hidup di dunia, teman bermain, teman yang selalu ada untuk menemani manusia. Maka dari itu sudah seharusnya manusia menjaga temannya, tidak untuk di sakiti, atau dirusak, melainkan dijaga, seperti menjaga diri kita sendiri.

Kita dapat belajar dari seorang kudus yang memiliki Jiwa Kosmis yang sangat besar, bahkan dapat dikatakan satu-satunya yang punya Jiwa Kosmis tersebut, yaitu St. Fransiskus dari Asisi. Orang ini adalah orang yang hebat. Ia mengajarkan kepada kita bahwa kita dapat membangun hubungan yang intim dengan Tuhan lewat alam, dan itu benar. Lewat alam kita dapat memahami Tuhan. Kita dapat memahami betapa besarnya cinta kasih Tuhan kepada kita. Kasih Tuhan tak dapat kita bandingkan dengan yang lain. Alam merupakan salah satu bentuk cinta kasih Tuhan kepada manusia.

Tapi sayangnya banyak orang yang tidak menyadari hal ini. Mereka hanya berusaha merusak alam. Mencari kepuasan diri sendiri, lewat alam. Mengorbankan alam untuk memuaskan nafsu busuk. Akibatnya alam menangis. Tidak hanya alam saja yang menangis, tapi tentu Tuhan juga. Seseorang akan sedih jika melihat apa yang dia sayangi menghilang. Begitu juga Tuhan akan sedih jika kita kehilangan jati diri kita sebagai manusia yang penuh dengan cinta kasih.

Dalam refleksi ini saya ingin menegaskan slogan yang berbunyi bahwa alam yang ada di sekitar kita ini perlu dijaga kelestariannya. Saya bisa melakukannya mulai dari hal-hal kecil, seperti membuang sampah pada tempatnya, rajin membersihkan lingkungan sekitar, dan perlu kita ingat, menghemat  listrik juga turut menjaga keramahan lingkungan hidup kita. Sebab sumber daya yang kita gunakan saat ini semuanya berasal dari alam. Dan sewaktu-waktu sumber daya yang digunakan tersebut dapat habis, kemudian masih sangat sulit untuk menemukan penggantinya.

Dari situasi di atas saya bertanya, apakah sejauh ini saya pribadi sudah turut serta memberi diri secara penuh untuk menjaga kelestarian alam ciptaan Allah ini?

(Fr. Marcelino Ronaldo)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini