Refleksi: “Bunda Maria Peluklah Aku Dalam KasihMu”

0
4258

Bunda, Engkau sapa aku dengan kisah hidupmu yang begitu indah, teduh, damai dan sangat menyentuh kalbu. Bila kusimak perjalanan harianku, kutelaah pengalaman hidupku, kurenungkan segala seluk beluk kisah itu dan kucatat segala likunya jalan hidup ini, berhiaskan kerikil tajam dan batu terjal, betapa malu  diriku yang sering mengeluh. Kadang keluhanku dan kata-kata putus asa yang terlontar menunjukkan betapa dangkalnya imanku.

Bunda, betapa malu diriku, bila mengingatmu yang penuh iman dan kepasrahan yang mendalam menyerahkan segalanya kepada Allah. Dari kesaksian dan sejarah engkau melukiskan sejuta pesan indah untuk ku dan juga untuk semua sahabatku, “Jangan tinggal dalam keraguanmu, jangan tenggelam dalam kesedihanmu, “dakilah” jurang itu, bangkitlah dari pengalaman terpurukmu, hapuslah air matamu, temukanlah segala jawaban dari semua keluh kesah hidupmu dalam dan bersama Allah. “

Bunda, aku tidak mau lagi cengeng berhadapan dengan derita itu. Aku tidak akan terlalu banyak lagi mengeluh bila melihat jumlah tantangan itu. Dan aku tidak akan putus asa bila jalan itu terjal dan penuh liku serta salib beratnya salib. Ini harapanku bunda., Bunda Maria. Bantu aku dengan doamu supaya semua harapan itu nyata dalam hidupku. Ulurkan tanganmu bila aku lemah.

Bunda, kini bagiku Engkau adalah jalan bila aku bingung, engkau adalah kepastian bila aku ragu, engkau adalah kekuatan bila aku lemah, engkau adalah penghibur bila aku menangis, sapaanmu, “Terjadilah padaku menurut perkataanMu” adalah siraman rohani bila aku berdoa.

Bunda, ulurkan tanganmu bila aku jatuh, tataplah bila aku ragu dan bingung, kuatkan bila aku lemah, beri kepastian bila aku putus asa, tunjukkan jalan bila aku tersesat dan hadirlah bila aku merasa kesunyian. Segala tantangan dan perjuangan hidup kuserahkan dalam katupan tanganmu yang lembut dan lindungan mantolmu yang damai.

 (Fr. Denny Rahayaan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini