Hai…kawan…
Izinkan aku mengenang indahnya hidup dalam kebersamaan.
Awalnya tenang dan menyenangkan.
Tak ada yang perlu ditakutkan.
Semuanya hidup berdampingan.
Saling membantu dan bergandengan tangan.
Seperti itulah kedamaian di tengah perbedaan.
Peduli dan berbagi bukan hanya sebuah semboyan.
Tetapi benar-benar diwujudkan dalam tindakan.
Itulah tugas dari setiap insan, untuk mewujudkan kebahagiaan.
Tapi mengapa kedamaian itu tak lama bertahan?
Mengapa sekarang mulai terjadi kekacauan, kekerasan dan pembunuhan?
Banyak korban berjatuhan, bahkan anak-anak yang tak berdosa dikorbankan tanpa alasan.
Di mana rasa kemanusiaanmu kawan?
Kau membabi buta tanpa perasaan.
Kau menghancurkan generasi masa depan.
Apa sesungguhnya yang kau cari kawan? Keselamatan?
TIDAK! Aku yakin bukan keselamatan yang kau dapatkan, tapi HUKUMAN yang tak berkesudahan.
Aku tidak menakut-nakutimu kawan, tapi itulah upah dari kejahatan.
Sadarlah kawan…
Jangan biarkan dirimu dikuasai setan.
Kembalilah pada jalan yang dikehendaki Tuhan.
Kita diciptakan bukan untuk membinasakan, tapi saling menghidupkan.
Memang kita punya banyak perbedaan, tapi itulah keunikan setiap insan.
Jangan jadikan perbedaan sebagai alasan untuk bermusuhan.
Karena kekerasan dan kejahatan hanya mendatangkan hukuman.
Tapi, kasih dan kebaikan membuahkan kebahagiaan.
Hai… kawan…
Mari saling memaafkan.
Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan.
Balaslah kejahatan dengan kebaikan, demi dunia yang aman.
Memang itu tak mudah dilakukan.
Butuh perjuangan dan pengorbanan.
Tapi, percayalah Tuhan pasti tunjukkan jalan.
Untuk itu, mari kita mohon kepada Tuhan dengan penuh iman.
Semoga di tanah air ini tidak terjadi perpecahan antar golongan, melainkan tumbuh kembali semangat kesatuan dan perdamaian di tengah perbedaan.
(Fr. Wayan Sugiarta)











