“Bersukacitalah”: Renungan, Senin 27 Desember 2021

0
1731

Pesta S. Yohanes, RasPenInj (P).

BcE 1Yoh. 1:1-4; Mzm. 97:1-2,5-6,11-12; Yoh. 20:2-8.

Perayaan Natal menjadi sebuah perayaan besar. Dalam Gereja Katolik yang dirayakan selama delapan hari berturut-turut yang disebut Oktaf Natal. Hari ini merupakan hari ketiga dalam Oktaf Natal bersama dengan Pesta Santo Yohanes Rasul dan Pengarang Injil. Yohanes ini merupakan murid yang dikasihi Yesus. Ia menjadi penulis injil yang menuliskan “Sabda telah Menjadi Manusia” pada awal tulisannya. Selama hari-hari ini, peristiwa inkarnasi itu dikenang dan dirayakan bersama dengan salah satu saksi hidup yang melihat dan mendengar serta mengalami itu semua secara langsung yakni Yohanes.

Sabda yang adalah Allah kini telah menjadi manusia dalam diri Yesus. Yesus adalah pemenuhan janji Allah kepada umat manusia. Ia yang tak kelihatan kini nampak dalam rupa seorang hamba dan sama dengan manusia. Ia dikandung dari Roh Kudus dan dilahirkan oleh Perawan Maria untuk menebus dan menyelamatkan umat manusia dari dosa. Pernyataan diriNya diwujudkan dalam karya-Nya di dunia. Karya-Nya dilihat, didengar, dan dialami oleh manusia. Yohanes dan murid lainnya menjadi saksi dari semuanya itu. Mereka melihat dan mendengar serta mengalami bagaimana karya Allah dinyatakan melalui Yesus Kristus. Hal itu dipuncaki dengan kebangkitan-Nya dari kematian. Petrus dan murid yang dikasihi itu datang ke kubur dan melihat bahwa kubur itu kosong dan kain kapan tergeletak di tanah. Merekalah yang melihat kubur kosong dan mengalami peristiwa kebangkitan Kristus. Dari situlah, karya Allah yang menakjubkan itu ditulis dan diwartakan dalam karya pelayanan dan pewartaan di tengah banyak orang oleh Yohanes dan para rasul lainnya.

Karya Allah dinyatakan dengan cara yang berbeda-beda di dalam hidup dan pribadi setiap orang. Setiap orang telah melihat, mendengar dan mengalami itu yang nampak melalui kesempatan hidup, talenta, kemampuan, kebaikan dan sukacita dari banyak orang. Natal menjadi satu perayaan sukacita yang membawa orang pada sukacita dalam Yesus yang datang ke dunia. Semoga melalui perayaan natal selama delapan hari ini dan Pesta Santo Yohanes setiap orang semakin menyadari betapa indah karya Tuhan. Maka, setelah melihat, mendengar, mengalami dan percaya, setiap orang mampu membawa semua itu kepada banyak orang agar bersukacita karena berkat Tuhan itu.

(Fr. Feighty Sandehang)

“Hidup itu telah dinyatakan dan kami telah melihat-Nya dan bersaksi serta memberitakan kepada kamu” (1 Yoh. 1:2a).

Marilah berdoa:

Ya Sabda yang menjadi manusia, hidupkan dan berilah sukacita abadi kepada kami. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini