“Berhenti sejenak lalu dengarkanlah Dia”: Renungan, Selasa 5 Oktober 2021

0
2131

Hari biasa (H)

BcE Yun.3:1-10; Mzm. 130:1-2,3-4ab,7-8; Luk. 10:38-42

Apa yang akan kamu lakukan bila seseorang yang dianggap istimewa berkunjung ke rumahmu? Tidak dapat dipungkiri bahwa kamu akan menyibukkan diri dengan segala persiapan, agar tamu yang datang dapat dilayani dengan baik.

Umat Allah yang terkasih, dalam bacaan Injil hari ini, kita dapat melihat bahwa Marta melakukan hal demikian. Di saat saudaranya Maria memilih untuk duduk di dekat kaki Yesus dan mendengarkan Dia, sebaliknya Marta lebih menyibukkan diri dengan segala sesuatu untuk melayani Yesus. Apa yang dilakukan oleh Marta adalah hal yang wajar, namun harus diingat juga bahwa dalam kehidupan, kita perlu mendengarkan suara Tuhan.

Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus Yesus, realitas hidup terkadang membuat kita sibuk untuk mengejar apa yang kita anggap penting dalam kehidupan. Cita-cita yang kita impikan, keadaan ekonomi yang baik atau status dan kedudukan yang kita impikan dan lain sebagainya. Segala kesibukan tersebut terkadang membuat kita lupa untuk meluangkan waktu untuk Tuhan, sekadar hanya untuk duduk dan mendengarkan Firman-Nya. Kesibukan untuk mencapai apa yang kita cita-citakan juga terkadang membuat kita menjadi makhluk yang egois dengan melakukan segala cara, agar apa yang kita inginkan dapat tercapai. Tanpa sadar kita kemudian telah jatuh dalam jurang dosa serta menjauh dari Tuhan.

Dalam situasi seperti ini kita perlu sadar akan suara dan keberadaan Tuhan. Kita perlu mengambil waktu sejenak untuk mendengarkan apa yang Tuhan sabdakan, supaya kita dapat bertindak sesuai dengan ajaran dan perintah-Nya. Pertobatan kota Niniwe yang dilukiskan dalam bacaan hari ini memberikan kepada kita gambaran yang sangat jelas dan nyata akan kasih Allah. Kota yang penuh dengan dosa dan hendak ditunggangbalikkan oleh Tuhan kemudian menjadi representasi dari kasih Allah sendiri.

Sebagai orang yang percaya, kita selayaknya perlu untuk berbalik kepada Tuhan dari segala keberdosaan kita, memberi lebih banyak waktu untuk mendengarkan-Nya dan berjalan seturut perkataan-Nya. Seperti Maria yang memilih bagian yang terbaik yang tidak akan diambil darinya, kita juga perlu memilih bagian yang terbaik bagi kita di hadapan Tuhan. Untuk itu marilah kita sejenak berhenti dari segala prioritas yang terlalu berlebihan dan memberi waktu untuk mendengarkan suara Tuhan.

(Fr. Alfius Davin Welerubun)

“Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya”(Luk. 10:39).

Marilah Berdoa:

Allah yang penuh kasih, mampukanlah kami untuk mendengarkan perkataan-Mu, perkataan yang akan menuntun kami kepada bagian terbaik dalam hadirat-Mu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini